Jokowi Harus Memilih Calon Menteri Bebas Dari Korupsi

Safari
Jokowi Harus Memilih Calon Menteri Bebas Dari Korupsi

Jakarta, HanTer - Presiden terpilih Joko Widodo diharapkan dapat menyusun kabinetnya dengan penuh ketepatan dan kecermatan. Juga harus memilih sosok yang benar-benar bisa bekerja dan memiliki latar belakang yang bersih dari korupsi.

"Pemilihan anggota kabinet yang tepat akan membantu presiden menuntaskan berbagai program kerja dan membantu presiden untuk makin meningkatkan kinerja," kata pengamat politik dari Universitas Jenderal Soedirman Ahmad Sabiq.

Periode kedua, kata dia, merupakan kesempatan bagi Joko Widodo untuk menuntaskan berbagai program kerja. Dengan kinerja yang baik, dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, keadilan sosial, dan hukum, maka akan dikenang sebagai pemimpin bangsa yang baik.

Arief membacakan perolehan suara masing-masing pasangan, yakni Jokowi-Ma'ruf memperoleh ‪85.607.362‬ suara atau 55,50 persen, sementara pasangan Prabowo-Sandiaga memperoleh ‪68.650.239‬ suara atau 44,50 persen.‬‬‬‬‬

Sementara itu pengamat politik dari Universitas Bunda Mulai (UBM) Silvanus Alvin berharap hanya orang - orang yang memiliki kemampuan bisa masuk kabinet Jokowi - Maruf.

"Yang tidak punya kemampuan jangan dipilih masuk kabinet. Biarkan Presiden memilih sesuai kebutuhannya. Tapi saya berpesan agar pilihlah yang punya kemampuan," tegasnya.

Pengamat politik Rusmin Effendi mengatakan, kabinet mendatang bukan hasil dari transaksional. Tapi benar - benar yang profesional dan berpengalaman dalam manajerial. Karena tantangan yang akan dihadapi pemerintah mendatang sangat berat dan rumit. Sehingga dibutuhkan orang-orang yang berkemampuan lebih untuk mendampingi Jokowi dalam mengarungi pemerintahan dua periodenya.

Rusmin menjelaskan, ke depan, Presiden Jokowi harus membentuk zaken kabinet yang menempatkan para ahli ekonomi yang berkualitas. Karena kondisi ekonomi Indonesia saat ini dan mendatang akan semakin terpuruk. Oleh karena itu diperlukan ekonom yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi ke depannya. Sehingga rakyat Indonesia bisa menikmati kesejahteraannya.

Rusmin menyarankan,  sejatinya kabinet Jokowi mendatang haruslah ditempati wajah wajah baru. Nama-nama yang sudah di kabinet sebelumnya tidak perlu dimasukkan lagi di kabinet Jokowi - Maruf. Sehingga ada penyegaran tugas atau tour of duty. Masuknya wajah - wajah baru yang berkemampuan atau profesional akan membangun image publik kepada pemerintah.

Terpuruk

Pengamat kebijakan publik dari Institute for Strategic and Development Studies (ISDS) M Aminudin mengatakan, yang jelas saat ini ekonomi Indonesia makin terpuruk. Karena di kompartemen ekononi semakin didominasi oleh orang partai. Juga diisi tokoh-tokoh neolib.

Aminudin menyarankan di kabinet mendatang harus dibatasi bahwa menteri dari partai maksimal hanya 20%. Oleh karena itu carilah menteri yang pro rakyat seperti Rizal Ramli. Pertahankan juga menteri yang miliki jiwa saptamargais seperti Ryamizard Ryacudu. 

"Kalau pun AHY masuk maka hanya menteri pinggiran saja seperti Menpora. Kalau Sandiaga mustahil masuk. Karena di internal partai pengusung koalisi Jokowi sudah banyak yang antre rebutan dan saling sikut," jelasnya.