Alami Kecelakaan Kerja, Biaya Pengobatan Peserta BPJS-TK Ditanggung Penuh

Arbi
 Alami Kecelakaan Kerja, Biaya Pengobatan Peserta BPJS-TK Ditanggung Penuh
Yogi Julianto tengah berbaring di rumah sakit usai mengalami kecelakaan kerja. Yogi merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Menara Jamsostek. Foto: BPJSTK

Jakarta, HanTer - BPJS Ketenagakerjaan memastikan menanggung penuh biaya pengobatan hingga pemulihan peserta yang mengalami kecelakaan kerja. Nilai tanggungannya sendiri tanpa batasan biaya, alias unlimited.

“Setiap pekerja yang mengalami kecelakaan kerja dan telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, seluruh pengobatannya ditanggung tanpa batasan biaya hingga sembuh,” kata Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Menara Jamsostek, Agoes Masrawi, di Jakarta, Jumat (30/6/2019).

Seperti yang baru dialami Yogi Julianto (30), seorang pekerja di PT Net Mediatama yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Menara Jamsostek sejak 2015.

Yogi mengalami kecelakaan saat bekerja pada Rabu (26/6/2019), di mana salah satu ruas jari tangan sebelah kanannya putus saat mengangkat sebuah kendaraan untuk diangkut menggunakan kargo. Saat itu pula, Ia bersama rekannya mendatangi RS Medistra Jakarta untuk menjalani pengobatan.

“Kejadian saat saya mengangkat sebuah motor hadiah untuk dikirim lewat mobil kargo, pas saya angkat dan mendorong motor masuk ke mobil bertiga dengan rekan jari manis saya tersangkut dan putus,” kata warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan ini.

Saat ini, ungkap Yogi, kondisinya berangsur membaik kendati masih harus melakukan pemeriksaan ulang di RS pada pekan depan. “Sekarang kondisinya sudah lumayan baik, cuma masih ada rasa ngilu di jari tangan,” katanya.

Yogi mengaku bersyukur memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan sejak 2015 lalu, karena seluruh biaya pengobatan ditanggung dan dimudahkan saat di RS. “Saya langsung ke rumah sakit, Alhamdulilah proses cepat dan semua dimudahkan,” kata dia.

Agoes Masrawi menambahkan, musibah yang menimpa Yogi Julianto bisa saja terjadi pada siapapun. Untuk itu, Agoes mengimbau kepada seluruh pekerja untuk mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kepada pemberi kerja, diingatkan bahwa kepemilikan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan hak setiap pekerja.

Sebagai informasi, saat ini BPJS-TK Cabang Jakarta Menara Jamsostek tercatat memiliki 657.476 peserta tenaga kerja aktif, dan 6.703 perusahaan terdaftar. Hingga Juni 2019, klaim tertinggi tercatat pada program Jaminan Hari Tua (JHT) dengan total klaim Rp 315.190.811.111 dari pengajuan 7.582 peserta.

Sedangkan untuk klaim manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) terdapat 238 kasus dengan nilai klaim Rp7.977.086.216,  klaim Jaminan Kematian (JKM) 87 kasus dengan nilai Rp2.430.000.000, dan Jaminan Pensiun (JP) dengan 1.248 klaim senilai Rp1.094.829.693.