Massa Akhiri Aksi dengan Shalat Ashar

Neno: Kita Akan Berjuang Hingga Titik Penghabisan

Harian Terbit/Safari
Neno: Kita Akan Berjuang Hingga Titik Penghabisan
Juru kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Neno Warisman

Jakarta, HanTer - Massa yang tergabung dalam Gerakan Kedaulatan Rakyat Untuk Keadilan, mengakhiri aksi mengawal sidang perselisihan hasil pemilihan umum dengan menggelar shalat ashar berjemaah di Jalan Merdeka Barat kawasan Tugu Patung Kuda Monas, Rabu sore, 26 Juni 2019.

Aksi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan orasi dari Koordinator lapangan, Abdullah Hehamahua, dan dilanjutkan beberapa orasi tokoh lainnya.

Aksi pada Rabu (26/6) itu bertajuk halal bihalal dan tahlil akbar 266 serta mengawal sidang MK. Menurut Korlap, Abdullah Hehamahua, Kamis (27/6) pagi, massa akan kembali berkumpul di Tugu Patung Kuda Monas.

"Kami menggelar aksi sebagai bentuk dukungan kepada hakim MK untuk memutuskan (PHPU) berdasarkan keadilan sesuai dengan ketuhanan yang maha esa," katanya.

Ketidakadilan

Sementara itu, Juru kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Neno Warisman mengatakan perjuangan melawan ketidakadilan perlu dilakukan terus menerus apabila Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019.

Menurutnya,  perjuangan harus terus dilakukan hingga pelantikan presiden-wakil presiden terpilih pada 20 Oktober mendatang. "Kita akan terus berjuang hingga titik darah penghabisan," kata Neno saat berorasi di aksi Tahlil Akbar 266 di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Rabu (26/6).

Nenon mengatakan tidak ada perjuangan yang sia-sia jika MK menolak permohonan Prabowo-Sandi. Neno meminta seluruh massa yang hadir untuk berdoa kepada Tuhan agar memutuskan seadil-adilnya. "Agama membantu kita untuk mencapai tujuan yaitu dengan keridhaan Allah," kata Neno.