TAJUK: Siap Menang dan Siap Kalah untuk Merajut Kebersamaan

***
TAJUK: Siap Menang dan Siap Kalah untuk Merajut Kebersamaan

Majelis Hakim Konstitusi akan membacakan putusan sengketa hasil Pilpres 2019 paling lambat 28 Juni 2019 mendatang. Diketahui, sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dan ahli berakhir, Jumat (21/6) malam. Sepanjang pekan depan, hakim melanjutkan pemeriksaan bukti-bukti dan melaksanakan rapat permusyawaratan hakim secara tertutup. Paling lambat, pada 28 Juni mendatang putusan harus sudah dibacakan secara terbuka.

Berbagai kalangan mengharapkan agar semua pihak termasuk pasangan calon (paslon) presiden nomor urut 01 dan paslon 02 untuk menerima apapun hasil yang sudah diputuskan Hakim MK.

Ketua tim hukum pasangan Joko Widodo-Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra  dan Ketua tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto mengatakan, pihaknya siap menerima apapun keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU). Kedua tim hukum ini menyatakan menghormati putusan MK. 

Yusril mengatakan pihaknya bersyukur telah berkesempatan untuk mengemukakan berbagai bukti, sanggahan, maupun argumen di dalam persidangan.

Sementara itu Bambang Widjojanto mengatakan, pihaknya siap menerima apapun keputusan MK untuk perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU).  Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya yang mendoakan kubu 02 serta mendoakan agar seluruh proses pemilihan umum berjalan dengan baik.

Tentu kita mengimbau kepada semua calon untuk siap menang dan siap kalah. Paslon yang kalah harus berjiwa besar menerima kekalahannya. Sikap menghadapi kekalahan atau kemenangan harus dilakukan secara profesional. Jika pun kalah terimalah dengan lapang dada dan tidak berlebihan. 

Jadi, siapa saja yang berkompetisi, baik itu dalam pilkada bahkan pilpres, harus mempersiapkan dirinya dua hal, yakni harus siap menang dan siap kalah. 
Kalau hanya siap menang tidak siap untuk kalah, tentu masyarakat yang memilihnya dirugikan. Kandidat harus miliki jiwa besar dan memiliki keikhlasan hati. Pasti tidak semuanya tampil sebagai pemenang. Dalam pertandingan itu ada yang menang ada yang kalah.

Dan terpenting dari semua itu adalah adanya kematangan dan kedewasaan rakyat dalam berdemokrasi.  Selamat kepada warga yang sudah menjalankan pesta demokrasi dan mendapatkan pemimpin, semoga amanah.
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Ma’arif mengatakan demokrasi merupakan sistem yang mendidik setiap orang untuk bersabar. Apabila tidak suka dengan seseorang atau rezim pemerintahan maka bersabar dan menunggu dengan tidak memilihnya lagi pada pemilihan berikutnya. 

Pilpres sudah usai. Rakyat tak perlu lagi dibawa-bawa dalam ketidakpuasan akan hasilnya. Saatnya rakyat merajut kembali kebersamaan. Perbedaan pendapat termasuk pertengkaran karena jagoannya tak sama, sebaiknya diakhiri. Lebih baik energi digunakan untuk bersama-sama membangun negeri ini. 

Tokoh agama agar menaburkan ceramah yang meneduhkan. Sampaikan pesan perdamaian bagi umat. Bila perlu para ulama lintas agama duduk bersama memberi teladan, kekalahan tidak memutus tali silaturahmi.
Bagi yang merasa kalah, sebaiknya berjiwa besar dan ikut mendorong terajutnya kebersamaan.

Diharapkan presiden dan wakil presiden  yang terpilih bisa menjalankan tugasnya untuk membangun Indonesia, menjaga integritas, dan mewujudkan janjinya saat kampanye. 
Harapan kita, pasangan calon yang menjadi pemenang pilpres  2019 harus tetap mengutamakan kepentingan rakyat. Kepentingan rakyat adalah hal yang utama dibanding lainnya.

Saling ‘bermusuhan’ segera dihentikan. Bukankah hidup damai dalam berbangsa dan bernegara itu indah? Tunjukkan kebesaran jiwa dan sikap kenegarawanan untuk mengakui kekalahan dan mengakui kemenangan ‘lawan’ politik. 

Saling memaafkan secara tulus, itulah yang dianjurkan semua agama. Kompetisi politik yang terjadi begitu keras dan meninggalkan bekas di hati  para elit politik, harus dilupakan. Ingatlah,  bahwa ada saatnya bangsa Indonesia harus menyatukan semua potensi untuk bergerak maju dan menjadi bangsa terpandang di dunia. 

Sekali lagi kita ajak semua anak bangsa untuk memiliki semangat persahabatan, bergandengan tangan untuk bersama mendahulukan kepentingan bangsa. Damai dan sejahteralah negeri ini. Kini saatnya kita bersatupadu untuk membuat negeri ini makmur. Apalagi Indonesia punya semua persyaratan untuk menjadi negara besar dan maju.

#Pilpres   #jokowi   #prabowo   #sidang   #mk