Megawati Aman Airlangga ‘Digoyang’

Safari
Megawati Aman Airlangga ‘Digoyang’
Ketum PDIP Megawati, Presiden Joko Widodo, Ketum Partai Golkar Airlangga Hartanto dan elite partai Golkar

Jakarta, HanTer— Jabatan Airlangga Hatarto sebagai ketua umum Partai Golkar ‘digoyang’, sementara posisi Megawati sebagai ketua umum PDI Perjuangan masih aman.

‘Digoyangnya’ posisi Airlangga itu terlihat adanya desakan dari politisi senior partai berlambang Pohon Beringin itu, Yorrys Raweyai yang mengusukan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar dipercepat, sebelum Presiden terpilih Joko Widodo menentukan para menteri di kabinet yaitu bulan Oktober 2019.

"Periode saat ini berakhir di Desember 2019, namun kalau melihat dinamika saat ini, Munas dipercepat mengapa tidak. Sebelum Presiden terpilih Jokowi menentukan pilihan kabinet," kata Yorrys dalam diskusi Perspektif Indonesia, di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, Ketum Golkar kedepan tidak bisa sekaligus menjabat menteri di kabinet sehingga harus menentukan pilihan, apakah fokus menjadi pimpinan partai atau menjadi pembantu Presiden di kabinet.

Yorrys menyebut ada empat kader partai tersebut yang potensial menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar, menggantikan Airlangga Hartarto. Keempat kader Golkar tersebut adalah Bambang Soesatyo, Aziz Syamsuddin, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Zainuddin Amali.

"Banyak kader Golkar yang potensial menjadi Ketua Umum seperti Bambang Soesatyo, Aziz Syamsuddin, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Zainuddin Amali," kata Yorrys di Jakarta, Sabtu.

Dia menilai keempat orang tersebut merupakan kader Golkar yang memiliki banyak pengalaman di berbagai bidang sehingga berpotensi memimpin partai tersebut lima tahun kedepan.

Sementara itu, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno,di Jakarta, Sabtu, menilai desakan percepatan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar akan membuat partai berlambang pohon beringin itu "bergoyang" lagi.

Menurut dia, jika pun ada evaluasi terhadap kinerja Golkar dan Airlangga Hartarto selaku ketua umum, jawabannya bukan mempercepat Munas. "Cukup dengan mekanisme biasa yang sudah diatur Golkar," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini.

Kader PDIP

Sementara itu, posisi Megawati aman menjabat ketua umum PDIP tampak dari pernyataan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristianto. Menurutnya, seluruh kader PDIP melalui rapat kerja daerah (Rakerda) seluruh ketua pengurus anak cabang masih tetap menginginkan dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri.

"Secara aklamasi dalam Rakerda seluruh ketua pengurus anak cabang mengusulkan Megawati untuk dicalonkan kembali sekaligus dikukuhkan sebagai ketua umum dalam kongres mendatang," kata Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristianto usai mengikuti Rakerda PDI Perjuangan DIY, di Yogyakarta, Jumat.

PDI Perjuangan, kata Hasto, tidak pernah kekurangan stok pemimpin. Meski demikian, di tingkat nasional, sosok Megawati masih tetap diperlukan.