Jangan Ada Aksi Massa di MK

Danial
Jangan Ada Aksi Massa di MK
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Andre Rosiade

Jakarta, HanTer - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Andre Rosiade mengungkapkan, Badan Pemenangan Nasional (BPN) tidak pernah menganjurkan kepada pendukung pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto - Sandiaga Uno untuk berbondong-bondong ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sebab, hal itu sudah sesuai arahan dari paslon nomor urut 02 itu.

"Yang jelas BPN sikapnya sesuai dengan imbauan pak Prabowo dan pak Sandiaga, kami mengimbau seluruh pendukung pak Prabowo dan bang Sandiaga, diharapkan tidak perlu datang ke MK," bebernya.

Sebelumnya beredar kabar jika sejumlah ormas seperti GNPF, FPI, dan PA 212 bakal menggelar aksi di MK, Jakarta Pusat, pada 28 Juni 2019. Aksi itu digelar di saat hakim MK memutuskan sidang sengketa hasil Pilpres 2019.

Habib Novel Bamukmin selaku Juru Bicara PA 212 mengatakan, aksi di MK bertujuan damai, untuk mendukung MK agar memutuskan sengketa hasil Pilpres dengan adil.

"Keadilan, kecurangan bisa diskualifikasi, yang melakukan kecurangan pada saat pemilu bisa didiskualifikasi, dengan pengawalan masyarakat, jangan takut terhadap kepentingan-kepentingan penguasa," ujar Novel.

Guru Besar UIN Syarief Hidayatullah, Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA, CBE meminta agar tidak ada pengerahan massa saat sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres digelar di Mahkamah Konstitusi pada 28 Juni 2019.

"Tidak perlu lagi memobilisasi massa untuk unjuk rasa yang bisa menimbulkan kegaduhan dan kekerasan. Rakyat sudah capai dengan kegaduhan politik, apalagi dengan membawa agama," kata Azyumardi melalui siaran pers, Jumat, menanggapi rencana Aksi 212 di hari sidang putusan MK.

Damai

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva mengimbau kelompok-kelompok yang akan melakukan aksi massa saat sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) untuk mengurungkan niatnya.

"Ya tunggu sajalah putusan lembaga pengadilan ya," kata Hamdan melalui siaran pers, Sabtu.

Ia menambahkan bahwa jika tetap ada kelompok yang melakukan aksi unjuk rasa, ia berharap agar aksi dilakukan secara damai dan teratur.

Terkait adanya rencana PA 212 yang akan melakukan aksi halalbihalal pada saat pembacaan putusan MK, ia meminta agar aksi tersebut tidak dilakukan. "Halalbihalal di rumah sajalah untuk apa juga halalbihalal di lapangan," kata Hamdan yang juga Ketua Umum Syarikat Islam ini.