Sudah 800 Hari Penyerang Novel Belum Terungkap

Safari
Sudah 800 Hari Penyerang Novel Belum Terungkap

Jakarta, HanTer - Tim Advokasi penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan menagih kepastian dari dibentuknya Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Pasalnya hingga memasuki 800 hari kasus penyerangan yang membuat matanya rusak tersebut tidak jelas proses pengungkapannya. Karena hingga kini pelaku dan motif penyerangannya masih gelap.

Arif Maulana anggota Tim Advokasi berharap penyerangan Novel segera terungkap setelah proses pemeriksaan Novel oleh tim Polda Metro Jaya, di Gedung KPK, Kamis (20/6/2019). Novel diperiksa dengan kapasitasnya sebagai saksi korban. 

Novel diduga diserang oleh dua orang tidak dikenal usai menunaikan sholat subuh di masjid dekat rumahnya pada tanggal 11 April 2017 lalu.

"Artinya lebih dua tahun kasus ini juga belum terungkap dan kami harap pemeriksaan ini bukan hanya formalitas karena mau memperingati 800 hari (pasca penyerangan Novel). Kami harap betul-betul pemeriksaan ini mengungkap siapa pelaku kekerasan kepada Novel," ujar Arif yang juga Direktur LBH Jakarta itu di Gedung KPK, Jakarta, Kamis(20/6/2019).

Sementara itu Direktur Eksekutif Amnesty Internasional, Usman Hamid yang juga kuasa hukum Novel berharap dari hasil pemeriksaan hari ini, ada kabar kemajuan soal pelaku dan aktor intelektual di balik penyerangan terhadap Novel. Sehingga kasus penyerangan yang dialami Novel Baswedan tidak menggantung atau tidak jelas. 

"Siapa sebenarnya pelaku penyerang terhadap Novel dan aktor intelektual di balik penyerangan itu. Ini bukan hanya dua tahun lebih atau 200 hari, tiga kali Idul Fitri kita belum menemukan adanya semacam kemajuan," ujarnya.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah membenarkan, Novel Baswedan  diperiksa oleh tim Polda Metro Jaya, di Gedung KPK, Kamis (20/6/2019).Pemeriksaan Novel terkait dengan penyerangan atau penyiraman air keras yang terjadi pada 11 April 2017. Novel akan diperiksa dengan kapasitasnya sebagai saksi.