Prediksi Hasil Sidang MK: Jokowi Atau Prabowo Menang, Mungkinkah Ada Kompromi?

Safari/Danial
Prediksi Hasil Sidang MK: Jokowi Atau Prabowo Menang, Mungkinkah Ada Kompromi?

Jakarta, HanTer - Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, sudah dilakukan sebanyak tiga kali. Publik sepertinya sudah tidak sabar siapa yang tampil sebagai pemenang, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin atau Prabowo-Sandiaga?

Sejumlah kalangan  lalu memprediksi hasilnya.  Ketua Badan Relawan Nusantara (BRN) Edysa Girsang memprediksi, ada kemungkinan terjadi kompromi antar kedua pihak yakni paslon nomor urut 01 Jokowi - Maruf dan paslon nomor urut 02 Prabowo - Sandi. Tapi akan terbuka juga adanya diskualifikasi atas paslon nomor urut 01 seperti yang diajukan paslon nomor urut 02 Prabowo - Sandi.

"Kemungkinan kedua duanya (diskualifikasi dan kompromi) bisa saja terjadi. Kita lihat sejauh mana MK memainkan peranannya. Saya lebih lihat ada upaya kompromi akan dilakukan," ujar Edysa kepada Harian Terbit, Selasa (18/6/2019).

Eki, panggilan akrab Edysa menjelaskan, alasan ada terjadinya kompromi antar dua kubu mengingat narasi yang terbangun nanti yakni siapa yang menjamin bakal tidak adanya kisruh antar dua kubu. Walaupun mungkin soal lain kekisruhan tersebut akan disembunyikan. Oleh karena itu Eki berharap MK tajam dan tegak melihat persoalan Pilpres 2019 ini sesuai fungsinya.

"MK adalah lembaga yang digunakan untuk menguji konstitusi. Fungsi dan perannya adalah menjamin tegaknya konstitusi atau berjalan sesuai konstitusional," paparnya.

Jokowi Pemenang

Sementara itu, pengamat politik dari Point' Indonesia (PI) Karel Susetyo meyakini apa yang dimohonkan oleh kubu paslon 02 akan ditolak MK. Sehingga secara yuridis kubu paslon 02 akan kalah lagi di MK, seperti hasil MK di 2014 lalu. Dalam sengketa Pilpres 2019 ini MK akan sulit mengabulkan permohonan kubu paslon 02. Oleh karena itu MK akan memutuskan Jokowi sebagai pemenang Pilpres 2019. 

"Karena bukti yang diserahkan kubu 02 tidak kemudian bisa menjelaskan fakta kebenaran menurut hakim," ujarnya.

Karel menilai, bukti yang disampaikan kubu paslon 02 lebih bersifat opini dari pada fakta. Ditambah juga opini yang disampaikannya didukung dengan bukti-bukti yang lemah. Karel pun meminta agar kubu paslon 02 untuk memperkuat bukti yang mengarah ke terstruktur, sistematis dan massif (TSM). Sehingga keberatan terkait hasil Pilpres 2019 diajukan bisa dimenangkan oleh MK.

"Tapi itu tidak mudah. Karena soal ancaman terhadap saksi saja mereka (kubu paslon 02) beropini. Saksi Agus tadi katanya diancam sebelum ia jadi saksi di MK. Tapi Agus tidak melapor ke polisi. Lalu bagaimana membuktikan soal ancaman itu?" tanya Karel.

'Teror' BW

Pengamat politik Ujang Komarudin menilai pernyataan Ketua Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Bambang Widjojanto terhadap hakim maupun MK secara institusi berpotensi mengintimidasi hakim MK.

Menurutnya, BW tidak boleh mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mengintervensi hakim MK yang menangani sengketa PHPU Pilpres 2019.

"Bisa saja pernyataan-pernyataan BW tersebut untuk membuat hakim-hakim terteror. Namun bagaimanapun, hakim-hakim MK tidak boleh diintervensi oleh siapapun," ujar Ujang dalam pesan singkat, Rabu (19/6/2019).

Kendati demikian, Ujang berkata hakim MK tidak akan terintimidasi dengan pernyataan mantan komisioner KPK itu. Menurutnya, sembilan hakim MK merupakan sosok yang memiliki integritas.

"Hakim MK di masa lalu memang ada yang terjerat KPK. Bahkan Ketua MK-nya pun dipenjara oleh KPK. Namun itu kan oknum. Oknum hakim MK yang korup," ujarnya.

#Sidang   #mk   #pilpres   #bpn   #prabowo-sandi   #TKN   #jokowi