Sidang Gugatan Pilpres Kembali Digelar, Buktikan Kecurangan BPN Prabowo Bawa Enam Truk Alat Bukti

Sammy/Safari
Sidang Gugatan Pilpres Kembali Digelar, Buktikan Kecurangan BPN Prabowo Bawa Enam Truk Alat Bukti
Suasana sidang perkara perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) untuk pemilihan presiden 2019

Jakarta, HanTer - Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar sidang lanjutan perkara perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) untuk pemilihan presiden 2019 pada Selasa (18/6/2019) dengan agenda pembacaan jawaban dari pihak termohon. Sidang dibuka Ketua MK Anwar Usman tepat pukul 09.00 WIB.

Memulai persidangan, Ketua MK meminta masing - masing pihak memperkenalkan anggota kuasa hukumnya.  Perkenalan anggota tim kuasa hukum diawali oleh tim kuasa hukum paslon 02, Bambang Widjayanto (BW). 

Usai BW memperkenalkan anggota kuasa hukumnya. Perkenalan tim kuasa hukum dilanjutkan oleh tim kuasa hukum paslon capres 01, Yusril Ihza Mahendra.

Saat ini sidang diawali dengan jawaban yang disampaikan oleh Tim Kuasa Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ali Nurdin.

Enam Truk

Sementara itu, untuk membuktikan berbagai kecurangan dan pelanggaran pada Pilpres 2019, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membawa enam truk membawa alat bukti C1 di beberapa provinsi di Indonesia. 

Anggota tim hukum Prabowo-Sandi, Luthfi Yazid, mengatakan, total ada enam truk boks yang telah membawa alat bukti sengketa pilpres ke MK. Tiga truk sebelumnya telah membawa alat bukti pada 13 Juni lalu, tepat sehari sebelum sidang perdana. Sementara tiga sisanya membawa alat bukti hari ini, Senin (16/6/2019).

Alat bukti itu, kata Yazid, berupa berita acara rekapitulasi hasil penghitungan suara di sejumlah provinsi beserta lampiran C1, di antaranya di Daerah Istimewa Aceh, Banten, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Jateng, Jatim, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan beberapa provinsi lain. Semua alat bukti tersebut, kata Yazid, tercatat sebagai bukti P156 hingga P179. 

Selain 6 truk alat bukti.BPN juga menyiapkan 30 saksi dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di MK. “Kami mau siapkan 100 pun hak kami. TKN mau siapkan 1.000 pun hak mereka," kata anggota tim hukum BPN, Nicholay Apriliando di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, Senin (17/6).

Juru bicara MK Fajar Laksono mengatakan bahwa saksi yang bisa dihadirkan di persidangan sebanyak 17 orang, di antaranya 15 saksi dan 2 saksi ahli. Peraturan itu berlaku bagi setiap pihak yang bersengketa.

"Majelis Hakim memutuskan bahwa saksi yang dihadirkan 15 saksi dan dua saksi ahli," tutur Fajar di gedung MK, Jakarta, Senin (17/6).

Seperti diketahui, dari keterangan resmi situs MK, untuk sidang kedua ini berisi agenda mendengar keterangan dari termohon Komisi Pemilihan Umum (KPU), pihak terkait (tim hukum Joko Widodo-Ma'ruf Amin) dan pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Selain itu, sidang juga mengagendakan pengesahan alat bukti, yang sesungguhnya sidang mengenai hal ini sudah dijadwalkan sejak kemarin Senin (17/6/2019), namun ditunda lantaran dinamika dalam persidangan perdana, dimana hakim memutuskan untuk mengundur jadwal sidang lanjutan menjadi hari Selasa hari ini.

Kendati demikian, jadwal putusan atas sengketa Pilpres 2019 ini tidak akan mundur dari jadwal yang ditetapkan di awal, yakni Jumat 28 Juni 2019 sebagaimana telah disampaikan Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama Dalam Negeri MK Fajar Laksono di Gedung MK.

Suara Rakyat

Anggota Tim Hukum Badan Pemenangan (BPN) Prabowo-Sandi, Nicholay Aprilindo mengemukakan, proses sidang di MK tidak lain untuk memperjuangkan suara rakyat yang merasa dicurangi. Adapun konsistensi BPN menempuh jalur hukum bukan semata untuk pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 tersebut.

"Kenapa sampai kami itu sangat konsisten untuk menempuh jalur hukum, karena yang kita perjuangkan ini adalah hak asasi dari suara rakyat yang telah diberikan pda pilpres 17 April 2019 yang lalu. Jadi kami ingin menegakkan demokrasi dan ingin mengakkan keadilan kebenaran yang subtantif," kata Nicholay dalam diskusi 'Jaminan Hukum Saksi dan Hakim Sidang Sengketa Pilpres 2019' di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (17/6/2019).