Menteri Jokowi Tak Harus Anak Muda

Safari
Menteri Jokowi Tak Harus Anak Muda
Presiden Joko Widodo

Jakarta, HanTer— Presiden Joko Widodo mengatakan, Kabinet Kerja jilid II bisa saja diisi oleh anak muda di bawah 30 tahun yang diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan global yang bergerak sangat cepat.

"Dunia semakin dinamis, membutuhkan warna anak-anak muda yang dinamis, energik, menyesuaikan perubahan jaman dengan cepat. Kira-kira itu bayangannya. Bisa aja nanti ada menteri 20 tahun, 25 tahun, bisa saja," kata Jokowi saat wawancara khusus dengan ANTARA di Istana Merdeka Jakarta, Rabu.

Menanggapi hal ini pengamat politik dari Universitas Bung Karno (UBK) Cecep Handoko mengatakan, permasalahan kabinet bukan soal umur tapi yang terpenting adalah kapasitas dan figur siapa yang sesuai masuk kabinet. Apalagi posisi menteri merupakan mutlak prerogatif presiden.

Cecep memaparkan, tidak harus juga anak-anak muda masuk kabinet. Sehingga yang terpenting adalah sosok yang mempunyai kapasitas.

“Selama mempunyai kapasitas dan integritas maka keinginan Jokowi anak muda masuk kabinet bukan barang baru. Karena di era kemerdekaan Soekarno juga menunjuk Wikana yang saat itu baru berusia 32 tahun untuk menempati posisi sebagai Menteri Urusan Kepemudaan yang saat ini berganti nomenklatur menjadi Menpora,” ujar Cecep.

Modern

Sementara itu Wakil Sekjen PB HMI Andi Rante mengatakan, rencana Presiden Jokowi akan mengisi kabinetnya dengan anak anak muda merupakan pemikiran yang modern. Hal ini dilakukan pemerintahan menempatkan anak muda jadi menteri. Selain Malaysia, beberapa negara lain juga telah menempatkan anak mudanya di pos kementerian.

"Tapi perlu dijadikan sebuah masukan untuk Pak Jokowi, hati-hati juga dalam mencari anak muda yang akan di tempatkan di pos kementerian. Jokowi harus mencari anak muda yang teruji dari segi manajerial ," ujar Andi kepada Harian Terbit, Rabu (12/6/2019).

Sementara itu, Ketua Kaukus Muda Indonesia (KMI) Edi Humaidi mengatakan, rencana Jokowi yang akan merekrut anak muda masuk kabinet merupakan langkah yang bagus. Apalagi saat ini anak muda juga mempunyai kemampuan dan ahli diberbagai bidang. Saat ini banyak juga anak muda yang pendidikannya sudah doktor. Oleh karena itu dengan banyaknya anak muda masuk kabinet akan membuat suasana lebih segar.

"Di tangan anak muda maka kabinet Jokowi mendatang akan banyak terobosan-terobosan briliant yang bisa diambil," jelasnya.

Pencitraan Belaka

Ketua Badan Relawan Nusantara (BRN) Edysa Girsang menilai rencana Jokowi akan merekrut anak muda masuk kabinet hanya sekedar pencitraan belaka agar dapat dukungan dari kaum milenial. Karena kabinet itu bukan sekedar soal usia tapi kapasitas dan integritas untuk membantu presiden dalam mewujudkan janji-janjinya. Oleh karena itu kabinet mendatang tidak hanya sekedar melanggengkan kekuasaan.

"Jadi kabinet Jokowi mendatang tidak sekedar berbagi kue kekuasaan atas nama balas budi politik tapi keseriusan memperbaiki bangsa. Dan saya tak melihat itu," tegasnya.