Cara Kreatif Lawan Kontra Radikalisme, Sujatmiko: Bentuk Duta Damai di Dunia Maya

romi
Cara Kreatif Lawan Kontra Radikalisme, Sujatmiko: Bentuk Duta Damai di Dunia Maya
Sujatmiko cs usai diskusi dengan awak media/ ist

Jakarta, HanTer – Banyak cara dilakukan pemerintah dalam mengatasi radikalisme dan terorisme. Salah satunya, melalui BNPT berupa penerapan strategi penanganan radikalisme dan terorisme secara kreatif dan inovatif. 

Pada intinya, program kontra radikalisme melibatkan semua unsur masyarakat dengan kegiatan-kegiatan kreatif.

"Contohnya membentuk duta damai di dunia maya. BNPT juga mengajak youtuber untuk bersama membuat konten kreatif. Hasilnya luar biasa, banyak konten-konten kreatif untuk mengajak masyarakat menjauhi aksi radikalisme," kata Kasubdit Kontra Propaganda, Direktorat Pencegahan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Kolonel Sujatmiko di acara diskusi media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Ruang Serbaguna Roeslan Abdulgani, Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Selain Sujatmiko, diskusi media bertema ‘Kita Indonesia, Kita Pancasila’ ini menghadirkan narasumber  yang berkompeten, seperti, Hariyono (Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) dan Sekretaris Deputi VI Bidang Kesbang Kemenko Polhukam Brigjen Pol Mamboyng.

"Kami manfaatkan semua saluran yang ada. Kami juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, selain kementerian dan lembaga pemerintah," terangnya.

Ditambahkan Sujatmiko, dua pendekatan strategi berupa program deradikalisme dan kontra radikalisme guna mengatasi radikalisme dan terorisme menjadi cara yang efektif. 

Terutama, terkait program deradikalisasi dengan cara pencerahan kepada mereka yang sudah terpapar.

Tercatat, sebanyak 406 napitor, 191 tahanan. Total 567 orang yang tersebar di 89 lapas dan 2 rutan di 25 propinsi. Selain mereka yang di lapas, juga di masyarakat. 

Tak heran, hingga Januari 2019, jumlah napiter yang sudah bebas 632 orang, terbina 347, mantan teroris 90 orang di 17 propinsi.