TAJUK: Kelaikan Angkutan Lebaran Harus Mendapat Perhatian

***
TAJUK: Kelaikan Angkutan Lebaran Harus Mendapat Perhatian

Korlantas Polri memprediksi mudik Lebaran terjadi mulai H-6 Lebaran. Sementara itu, puncak mudik diprediksi terjadi pada H-3 (2 Juni 2019) Lebaran. Sementara arus balik H+3 (9 Juni 2019).

Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andry kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (7/5/2019), mengatakan, pergerakan arus lalu lintas yang paling dominan pergerakan mudik adalah H-3, demikian juga pergerakan arus balik adalah H+3.” 

Sementara itu PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2019 pada H-5 yakni Jumat 31 Mei dan puncak arus balik pada H+3 yakni 9 Juni 2019.

Tentu saja semua pihak terutama pihak Kepolisian dan Kementerian Perhubungan untuk mencegah atau mengurangi kemacetan agar pemudik bisa tiba di kampong halaman tepat waktu.

Kita mengapresiasi langkah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengecek kelaikan jalan angkutan mudik Lebaran 2019, baik darat, laut, dan udara. 

Harapan kita aparat berwenang harus mewajibkan pemilik angkutan yang kendaraannya tidak memenuhi syarat kelaikan harus segera memperbaiki. Bila nekat melanggar, angkutan umum tersebut pantas dikenai sanksi tegas. Demi keselamatan penumpang, pengusaha angkutan tidak boleh mengabaikan kelaikan kendaraannya.

Seperti diketahui, ketidaklaikan kendaraan umumnya disebabkan karena sejumlah unsur teknis dan penunjangnya tidak berfungsi dengan baik seperti rem tangan, penerangan, penghapus kaca depan (wiper) hingga pengukur kecepatan (speedometer). 
Ramp check dilakukan untuk mencegah kecelakaan pada arus mudik dan balik tahun ini. Selain itu,  Kemenhub juga memberikan pembinaan dan penyuluhan untuk seluruh supir bis angkutan mudik gratis periode Lebaran 2019 guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas bersumber dari pengemudi.

Biasanya, faktor pengemudi menjadi salah satu potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas, selain perlengkapan dan kesiapan kendaraan serta faktor lingkungan, seperti pohon tumbang. Karenanya, pengusaha angkutan harus menjaga dan membina disiplin para pengemudinya. Pengemudi yang disiplin sangat menentukan keselamatan.  

Guna menjamin keselamatan, Kemenhub juga menyiapkan rambu lalu lintas, lampu penerangan di jalan-jalan nasional. Selain rambu dan lampu penerangan jalan, fasilitas perlengkapan jalan lain juga disiapkan seperti APILL (traffic light), Guardrail, Variabel Message Sign (VMS), kamera CCTV, dan peralatan keselamatan lainnya.

Pemerintah juga sudah mempersiapkan berbagai program dan kebijakan agar pelaksanaan mudik tahun ini aman dan lancar, mulai persiapan infrastruktur, mudik gratis dan lainnya.

Persiapan infrastruktur antara lain dengan membuka jalan-jalan tol baru, memperbaiki atau memuluskan jalan tol dan non tol untuk kenyamanan pemudik. Sementara untuik mudik gratis, selain pemerintah pusat, BUMN juga melaksanakan gawean ini. Mudik gratis dengan angkutan udara, darat dan laut.

Harapan kita pemudik yang menggunakan transportasi darat, laut dan udara, dapat aman, nyaman, selamat sampai di tujuan. Untuk itu perlu kerjasama semua pihak, terutama perlunya kedisiplinan dari pengemudi dan pemudik untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan kemacetan.

Tak hanya itu, kesiapan penyedia layanan transportasi harus dipastikan. Kelayakan kendaraan harus diutamakan sehingga keselamatan menjadi hal yang utama.

Ke depannya kita berharap pemerintah sejak jauh-jauh hari sudah merencanakan pengelolaan arus mudik, sehingga ‘gawean’ angkutan mudik menjadi lebih baik lagi.

Harapan kita perjalanan mudik 2019 lebih baik dari sebelumnya. Kita juga menginginkan angka kecelakaan bisa ditekan seminimal mungkin, bila perlu zero accident.

Semoga mudik tahun ini aman, nyaman, dan pemudik selamat sampai di tujuan.

#Mudik   #lebaran   #angkutan   #polri   #kemenhub