Setelah Pilot Sebar Ujaran Kebencian, Kini Dua Driver Ojol Ditangkap Polisi

Danial
Setelah Pilot Sebar Ujaran Kebencian, Kini Dua Driver Ojol Ditangkap Polisi
Dua pelaku penyebar kebencian di Medsos tersebut yakni HW (32) dan DS (26), mereka ditangkap di dua tempat berbeda, satu pelaku ditangkap di kawasan Bekasi, Jawa Barat dan satu Pelaku ditangkap di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.

Jakarta, HanTer - Polisi unit Cyber Polres Metro Jakarta Barat kembali melakukan penangkapan terhadap pelaku penyebar ujaran kebencian melalui media sosial. Setelah sebelumnya anggota polisi besutan Kombes Pol Hengki Haryadi telah menangkap oknum pilot salah satu maskapai penerbangan.

Dua pelaku yang menyebarkan informasi tersebut ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku agama, ras dan antar golongan (SARA) dengan kata-kata yang tidak senonoh kepada aparat TNI maupun Polri saat melakukan pengamanan aksi 22 Mei 2019.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, kedua pelaku tersebut yakni HW (32) dan DS (26), mereka ditangkap di dua tempat berbeda, satu pelaku ditangkap di kawasan Bekasi, Jawa Barat dan satu Pelaku ditangkap di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.

Mereka ditangkap lantaran kedapatan memprovokasi dengan menyebut kan dan melemparkan kotoran manusia kepada aparat keamanan melalui media sosial baik melalui, whatsapp, instagram, maupun facebook.

"Melalui Patroli dan penyelidikan oleh anggota  Siber Polres Metro Jakarta Barat yang dipimpin Oleh Kanit Krimsus Akp Rulian Syauri dan Kasubnit Cyber Iptu Rizky berhasil dilakukan penangkapan terhadap dua tersangka," ujar Kombes Hengki, Senin (27/5/2019).

Hengki menambahkan, kedua pelaku ini berprofesi sebagai pengemudi ojek online (Ojol). Ia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan patroli siber terhadap orang-orang yang melakukan tindak pidana ITE, karena memang sangat mengkhawatirkan apakah ini sifatnya hoaks atau memprovokasi

"Banyak kejadian-kejadian di lapangan semakin brutal akibat provokasi. Oleh sebab itu, kita harus memberikan efek jera. Jarimu akan mengantarkanmu ke penjara jika tidak kamu pergunakan secara tepat," paparnya.

Masih dikatakan Hengky, dari penangkapan itu, barang bukti yang disita antaranya satu unit ponsel, satu buah helm, dan satu buah jaket.

"Mereka kita jerat pasal 45 A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 perubahan atas UURI No 1 1 tahun 2008 tentang ITE," pungkasnya.