Kasus Sewa Kapal LMVPP; Kejagung Bidik Sofyan Basir

zamzam
 Kasus Sewa Kapal LMVPP; Kejagung Bidik Sofyan Basir


Jakarta, HanTer - Kasus dugaan korupsi sewa kapal Leasing Marine Vessel Power Plant (LMVPP) dan Pengadaan Bahan Bakar Kapal Leasing Marine Power Plnat (LMVPP), yang merugikan negara ratusan miliar rupiah mulai diusut Kejaksaan Agung. Mantan Dirut PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sofyan Basir kini menjadi sasaran.

Sofyan Basir yang kini berstatus tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perkara berbeda, telah dua kali menjalani pemeriksaan oleh tim Pidsus Kejaksaan Agung. 


Dia diperiksa sebagai saksi terkait kasus sewa Kapal (LMVPP) dan Pengadaan Bahan Bakar Kapal Leasing Marine Power Plnat (LMVPP) kerjasama antara PT PLN (persero) dengan PT Karpowership.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman membenarkan pemeriksaan. 

"Saudara Sofyan Basir, hari ini adalah pemeriksaan kedua yang sebelumnya minggu kemarin. Karena tidak selesai, iinggu kemarin, kita lanjutkan hari ini. Pemeriksaan yang kemarin itu sebetulnya sudah kita panggil tapi tunda ya, dua kali kita panggil tapi ada penundaan karena banyak kegiatan. Baru minggu kemarin kita periksa dan kita lanjut hari ini," ujar Adi dikonfirmasi wartawan di Kejagung, Senin (27/5/2019).

Adi menjelaskan pemeriksaan terhadap Sofyan Basir telah selesai, tinggal dilakukan kajian dan sinkronisasi dengan keterangan saksi lain untuk mengungkap kasus dugaan korupsi tersebut.

"Tadi sudah selesai pemeriksaannya, tentu kita akan kumpulkan dan satukan dengan pemeriksaan yang lain. Kemudian kalau kita masih kurang fakta, kita akan periksa saksi-saksi atau pihak-pihak yang dinilai kami butuh keterangan dan kemudian nanti disimpulkan menentukan langkah berikutnya dalam perkara ini,”ujar Adi.

Adi menambahkan pihaknya telah memeriksa 32 orang saksi, termasuk sudah melakukan penyitaan terhadap sejumlah barang bukti yang diduga terkait kasus.

"Tinggal tim evauasi. Kemudian barang bukti juga sudah kami sita. Mudah-mudahan dalam waktu tak lama, kita akan analisa bagaiman yuridis tentang fakta untuk bersikap berikutnya," ujarnya. 

Terkait rencana pencekalan terhadap Sofyan Basir, Adi mengatakan pihaknya masih mempelajarinya secara teliti sebelum melakukan pencekalan. 

"Kita lihat kepentingan apa. Jadi kami masih mengungkap fakta untuk menentukan langkah selanjutnya," ujarnya.