Amien Rais: "People Power" Bukan Untuk Ganti Rezim

Danial
Amien Rais:

Jakarta, HanTer - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Rakyat (PAN) Amien Rais yang diperiksa lebih dari 10 jam dan dicecar 37 pertanyaan soal people power yang sempat diucapkannya adalah people power "enteng-entengan" bukan untuk mengganti rezim.

"Yang saya katakan adalah people power enteng-entengan. Jadi bukan seperti people power yang mau mengganti rezim atau menjatuhkan presiden. Jauh itu, sama sekali bukan," kata Amien Rais di depan Gedung Rutan Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Amien menjelaskan people power yang dimaksudkan olehnya adalah langkah konstitusional demokratis dan dijamin oleh prinsip HAM juga, namun dirinya menegaskan bahwa jika gerakan rakyat itu sampai menimbulkan kerugian bentrok atau kehancuran bagi negara, dirinya tidak setuju.

"Yang saya katakan kalau sampai terjadi kecurangan yang bersifat terstruktur, masif dan sistematik maka tentu kita tidak perlu lagi mengakui hasil KPU itu, namun jika gerakan rakyat itu menimbulkan kerugian besar, itu jelas gak boleh," ucapnya.

Jumat ini, Amien datang untuk memenuhi pemanggilan pemeriksaan keduanya sebagai saksi dalam kasus dugaan makar Eggi Sudjana.

Amien yang datang sekitar pukul 10:30 WIB di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, keluar dari ruang penyidikan sekitar pukul 20:42 WIB dengan didampingi puluhan simpatisan dan tim kuasa hukumnya.

Amien Rais sendiri pada panggilan pertama yang dijadwalkan pada Senin (20/5) pukul 10:00 WIB tidak hadir. Akan tetapi saat calon presiden Prabowo Subianto dan beberapa tokoh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menjenguk Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma di Mapolda Metro Jaya, Amien Rais hadir.

Saat ditanyakan alasannya Amien menyebut ketidakhadiran saat pemeriksaan pertama karena alasan kesibukan.