Pertemuan Jokowi dan Prabowo Untuk Indonesia Damai

Safari
Pertemuan Jokowi dan Prabowo Untuk Indonesia Damai

Jakarta, Hanter - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Barisan Relawan Nusantara (Baranusa) Adi Kurniawan mengatakan, jika Prabowo bertemu dengan Jokowi sangat positif untuk mendinginkan situasi politik pascapemilu. Rakyat pasti mendukung pertemuan tersebut.

"Saat ini hampir seluruh rakyat menginginkan situasi kembali damai dan rakyat tidak selalu gelisah terhadap hal buruk yang akan terus terjadi," kata Adi.

Dia meminta para elit politik saling mempertegas komitmennya terhadap kepentingan bangsa dan Negara. Jangan ada lagi perang kepentingan yang sejatinya lagi-lagi cuma untuk mengorbankan rakyat. Oleh karena itu Adi meminta untuk menghentikan perseteruan dan saling berebut kekuasaan. 

"Saatnya para elit politik ini fokus bekerja demi kepentingan rakyat dan negara. Tapi sepertinya mereka bakal bertemu namun aahnya pasti ketemu. Cuma tinggal nunggu momentum yang  tepat saja," jelasnya. 

Perubahan

Ketua Badan Relawan Nusantara (BRN) Edysa Girsang mengatakan, saat ini para elit harus peka dengan perasaan rakyat yang ingin perubahan. Maka diharapkan jangan ada kompromi antar elit yang akhirnya membunuh harapan banyak rakyat. Karena rakyat ingin lahirnya kepemipinan baru yang diharapkan mampu memperbaiki situasi dan kondisi bangsa ini.

"Jika saat ini ada pertemuan antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo maka Jokowi akan diuntungkan karena akan menimbulkan kepada para pendukung Prabowo khususnya dan mereka yang merindukan perubahan pada bangsa ini umumnya," jelasnya. 

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berharap adanya pertemuan antara Prabowo Subianto dengan Joko Widodo. Sebelumnya Prabowo telah mengadakan pertemuan dengan Jusuf Kalla (JK). 

"Silaturahmi para elite politik sangat bagus untuk meneduhkan kondisi para pendukung masing-masing. Jika elite bisa bersikap hangat dan saling menghormati satu sama lain, maka pendukung dibawah juga akan meneladani. Kami sendiri dari kalangan dunia usaha sangat berkepentingan situasi politik nasional bisa segera kembali kondusif," ujar Bamsoet  di Jakarta, Jumat (24/05/19).

Bamsoet berharap, selama proses hukum di Mahkamah Konstitusi, tidak ada lagi pengerahan aksi massa yang bisa memancing kekisruhan. Berikan kesempatan kepada para pengacara masing-masing serta hakim konstitusi untuk menyelesaikannya secara konstitusional.