Habib Ali: Hindari Perpecahan Bangsa Karena Perbedaan

Sammy
Habib Ali: Hindari Perpecahan Bangsa Karena Perbedaan

Jakarta, HanTer - Adanya isu gerakan massa atau people power jelang pengumuman hasil pemilihan presiden oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019, membuat sejumlah kalangan angkat bicara. Salah satu tokoh ulama, Habib Ali Bin Abdurrahman Assegaf, mengingatkan agar semua pihak dapat menghindari perpecahan bangsa hanya karena adanya perbedaan. 

"Perbedaan ada yang tidak baik ada yang baik. Kalau yang baik kita lanjutkan kalau yang tidak baik hentikan," kata Habib Abdurrahman di Jakarta, Senin (20/5/2019).

Ia  meminta masyarakat idak mudah menanggapi setiap upaya provokasi.  Sebab menurutnya, ada pihak-pihak tertentu yang ingin menyulut perpecahan.

"Jangan mudah terprovokasi yang menimbulkan perpecahan. Provokasi memang kerap menjadi alat pemecah bangsa dan itu tergantung bangsanya itu sendiri. Kalau kita pandai menyikapi provakasi, Insya Allah tidak akan menimbulkan perpecahan," sebut Habib.

Karena itu Habib menghimbau untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan demi utuhnya NKRI.  "Sudah 73 tahun lamanya kita berbangsa dan bernegara, masa iya kesatuan dab persatuab NKRI ini akan menjadi pecah berpikirlah yang sehat. Semoga Allah SWT menuntun bangsa dan negara ke jalan yang diridhoi Allah SWT," tandasnya.

Untuk diketahui, gerakan people power disebut akan mendatangkan massa dari berbagai daerah untuk mengepung kantor KPU maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada hari 22 Mei.

Sekjen Forum Umat Islam (FUI), Ustaz Muhammad Al Khaththath, mengatakan bahwa, aksi unjuk rasa akan dilakukan secara damai. Aksi juga akan diisi dengan tausyiah. "Akan banyak tausyiah, termasuk tausyiah kepada KPU, habis itu seperti biasa salat berjamaah dan lainnya," katanya.

Indonesia Damai

Sementara itu, tokoh agama yang terdiri atas ulama, cendikiawan muslim dan lintas agama Lampung menggelar Multaqo (pertemuan) untuk mewujudkan Indonesia damai, mengingat eskalasi politik saat ini menjelang pengumuman hasil pemilu pada 22 Mei 2019

"Kegiatan itu, untuk mewujudkan Indonesia damai, khususnya di Provinsi Lampung," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung KH Khairuddin Tahmid, di Bandarlampung, Senin, seperti dilansir Antara.

Ia menyebutkan, dalam Multaqo tersebut, para pimpinan ormas Islam dan para cendekiawan Lampung akan memaparkan dan menyerukan kedamaian, mempererat silaturahmi sesama anak bangsa.

Selain itu, untuk menjauhi pertengkaran, perpecahan dan tindakan lainnya serta saling memaafkan satu sama lain serta mengajak masyarakat Lampung untuk menjaga kondusivitas.

Rukun

Forum Kerukunan Umat Beragama Sumatera Selatan melakukan doa dan perenungan bersama untuk Indonesia yang damai, rukun, dan sejahtera pasca-Pemilu 2019.

Doa dan renungan bersama itu dihadiri tokoh berbagai agama yang dipimpin Ketua FKUB Sumsel KH Mal'an Abdullah, Gubernur Sumsel Herman Deru, dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara digelar di halaman parkir Taman Makam Pahlawan Ksatria Ksetra Siguntang Palembang, Senin pagi.

Ketua FKUB Sumsel KH Mal'an Abdullah dalam testimoni pada kesempatan itu mengatakan semangat hidup bersama perlu terus dipelihara dengan baik sehingga bangsa ini bisa hidup secara rukun dan damai.

Kebersamaan yang dibentuk para pendahulu/pendiri negara ini jangan sampai rusak apalagi mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

#Pilpres   #pemilu   #jokowi   #prabowo   #kpu