BPN Menolak Hasil Kemenangan Jokowi-Maruf

Safari/Sammy
BPN Menolak Hasil Kemenangan Jokowi-Maruf
Ketua KPU Arief Budiman saat memimpin rekapitulasi suara nasional (ist)

Jakarta, HanTer - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak menandatangani hasil pengumuman Pilpres 2019 yang dimenangkan oleh capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. 

Salah satu saksi BPN, Azis Subekti, mengatakan, penolakan hasil pilpres yang diumumkan sebagai bentuk perjuangan pihaknya dalam melawan ketidakadilan yang terjadi di dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut. 

"Saya Azis Subekti dan sebelah saya Didi Hariyanto sebagai saksi dari BPN 02 menyatakan menolak hasil pilpres yang telah diumumkan. Penolakan ini sebagai monumen moral bahwa kami tidak menyerah untuk melawan ketidakadilan, untuk melawan kecurangan, untuk melawan kesewenang-wenangan, untuk melawan kebohongan, dan untuk melawan tindakan-tindakan apa saja yang akan mencederai demokrasi," kata Azis dalam rapat pleno di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019) dini hari. 

Untuk diketahui, KPU RI mengumumkan pemenang perhelatan Pilpres 2019. Hasilnya, Capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin memenangkan pesta demokrasi lima tahunan itu dengan perolehan suara sebesar 85.607.362. Sementara lawannya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya 68.650.239. 

Tengah Malam 

Pengamat politik dari Institute for Strategic and Development Studies (ISDS) M Aminudin mengatakan, tidak ada dalam sejarah demokrasi Indonesia penetapan hasil Pemilu dan Pilpres dilakukan tengah malam atau jam 2 pagi hari. 

"Ini (penetapan tengah malam) nampaknya sengaja menghindari reaksi gerakan people power rakyat yang marah dengan hasil dari kecurangan yang begitu besar dan massif," ujar Aminudin kepada Harian Terbit, Selasa (21/5/2019).

Aminudin menilai, modus pengumuman tengah malam dan dinihari semakin memperkuat kesan KPU tidak fair dan tidak akuntable untuk menjalankan amanah dari rakyat. "Hasil Pilpres kali ini dari segi psiko yuridis sudah cacat," tegasnya.

Pengamat sosial politik dari Lembaga Kajian dan Analisa Sosial (LeKAS) Karnali Faisal menilai, penetapan pemenang Pilpres 2019 oleh KPU pada Selasa (21/5/2019) ditengah malam merupakan sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Oleh karena itu dugaan KPU ditekan oleh pihak - pihak tertentu. tidak ada. Karnali pun mengapresiasi kinerja KPU yang berhasil melaksanakan pemilu raya 2019 dengan lancar dan aman.

"Pertimbangan-pertimbangan untuk menggelar sidang rapat pleno itu tentu ada pada komisioner KPU sendiri. Yang jelas, rekapitulasi provinsi sudah selesai semua dilakukan. Mungkin itu yang jadi pertimbangan untuk mempercepat sidang pleno yang semula dijadwalkan tanggal 22 Mei," ujar Karnali.

#BPN   #KPU   #jokowi   #prabowo   #pilpres