Rapat Pleno KPU DKI Berlangsung Transparan, Jujur, Adil dan Demokratis

Danial
Rapat Pleno KPU DKI Berlangsung Transparan, Jujur, Adil dan Demokratis
Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah merampungkan rekapitulasi suara Pemilu 2019, yang berjalan aman dan damai 16 - 17 Mei 2019.

Jakarta, HanTer - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah merampungkan rekapitulasi suara Pemilu 2019, yang berjalan aman dan damai 16 - 17 Mei 2019. Dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 Provinsi DKI Jakarta, yang dipimpin Ketua KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (17/5/2019) menerangkan diantaranya dalam hasil suara untuk calon anggota DPD RI hasilnya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie mendapat suara terbanyak.

Data yang dipaparkan KPU DKI Jakarta menunjukkan Jimly memimpin perolehan suara DPD RI dengan raihan 644.063 suara. Posisi kedua ditempati Sabam Sirait dengan perolehan 626.618 suara.

"Alhamdulillah rapat pleno KPU DKI Jakarta, berjalan lancar aman dan damai," kata Jimly Asshiddiqie kepada Harian Terbit di Jakarta, Minggu (19/5/2019) malam.

Jimly yang juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini tak lupa juga mengucapkan syukur, lantaran perolehan suaranya yang paling tinggi diantara calon lainnya.

"Iya alhamdulillah, ini merupakan amanah dari rakyat," ujar Jimly.

Sementara itu, Aditya (45) warga Pancoran, Jakarta Selatan mengaku suasana saat rapat pleno KPU DKI berjalan lancar. "Lancar dan damai, tidak banyak Polisi atau pengamanan dari Satpol PP. Aman-aman saja," ujar Aditya kepada wartawan di lokasi, Sabtu (18/5/2019).

Aditya mengungkapkan calon anggota DPR RI daerah pemilihan DKI Jakarta yang menjadi pilihannya juga lolos ke DPR RI. "Jagoan saya juga lolos ke DPR RI, ini sudah kedua kalinya. Itu karena sejak ia menjabat selalu saat reses turun ke konstituen," bebernya.

Untuk rapat pleno kali ini, Aditya mengatakan KPU DKI hanya terlihat lebih sibuk saja dibanding periode sebelumnya.

"Karena kan jumlah pemilih bertambah, calon bertambah dan partai juga bertambah. Hanya yang pasti rekapitulasi suara Pemilu DKI sudah berlangsung transparan, jujur adil dan demokratis," pungkas Aditya.

(Danial)