Gerbang Tol  Cikarang Utama Ditutup

Pemudik Harus Waspadai Jalan Bergelombang Tol Cipali  

Harian Terbit/Alee
Pemudik Harus Waspadai Jalan Bergelombang Tol Cipali  
Pekerja menyelesaikan perbaikan jalan di Tol Brebes-Pejagan, Jawa Tengah, Minggu (12/5/19). (Antara)

Jakarta, HanTer -- Lebaran segera tiba. Jutaan warga akan melakukan perjalanan mudik ke kampung halamannya. Untuk pemudik yang menggunakan angkutan darat, pengendara kendaraan roda empat atau lebih perlu berhati-hati dan mewaspadai keadaan jalan yang bergelombang di sepanjang jalur tol Cipali.

Berdasarkan pantauan Antara di sepanjang jalur Cipali, Kamis malam, keadaan jalan tol Cipali banyak ditemukan jalan bergelombang yang dapat membahayakan pengemudi.

Keadaan bisa lebih buruk jika hujan, karena air yang menggenang di sepanjang jalur menutupi gundukan-gundukan jalan jalur Cipali.

Suara benturan gelombang jalan dengan roda mobil cukup terasa, dan menyebabkan getaran di dalam mobil. Di beberapa titik, di tepi jalan banyak ditemui perbaikan yang membuat lebar jalan sedikit menyempit.

Bazar Ramadhan

Di rest area KM 86 Cipali, sudah diramaikan dengan sajian bazar Ramadhan. Di area bazar tersebut, bisa ditemukan berbagai sajian makanan rumahan seperti warteg.

Selain itu, jajanan kaki lima juga banyak ditawarkan kepada pengunjung. Gerai-gerai bazar ditampilkan dengan tenda berkonsep ruang terbuka.

Rest area KM 86 Cipali, bisa menjadi salah satu alternatif untuk beristirahat atau berbuka puasa jika sedang di area tersebut.

GT Cikarang Tutup

PT Jasa Marga Tbk memastikan Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama (Cikarut) tak akan beroperasi mulai Kamis, 23 Mei 2019 pukul 00.00 dini hari. Seiring pemindahan tersebut perusahaan melakukan penyesuaian tarif di ruas tol Jakarta-Cikampek. 

"Ada sedikit penyesuaian tarif akibat bergesernya gerbang dari yang tadinya Cikarang Utama ke Cikampek Utama dan Kalihurip Utama sehingga yang tadinya sistem tertutup dari Cikarang Barat ke wilayah Cikampek itu menjadi sistem terbuka," kata Direktur Operasional II PT Jasa Marga Subekti Syukur dalam konferensi pers di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kamis (16/5/2019).

Subekti mengungkapkan secara umum tarif termahal untuk rute sepanjang 72,5 km ini sama. Bagi kendaraan golongan I tetap Rp15.000. Namun, wilayah pentarifan yang tadinya tertutup menjadi sistem transaksi terbuka dengan tarif merata yang terdiri dari 4 wilayah. 

Dia mencontohkan untuk tarif kendaraan golongan I di Wilayah 1 (Jakarta IC - Pondok Gede Barat/Timur) sebesar Rp1.500. Kemudian, wilayah 2 (Jakarta IC - Cikarang Barat) dengan tarif Rp4.500, wilayah 3 (Jakarta IC - Karawang Timur) dengan tarif Rp12.000, dan wilayah 4 (Jakarta IC - Cikampek) dengan tarif 15.000 per kendaraan. 

Konsekuensinya, sejumlah tarif tol untuk perjalanan jarak dekat di wilayah 3 menjadi lebih mahal. Beberapa di antaranya, tarif tol kendaraan golongan I dari GT Jakarta IC tujuan GT Cibatu melonjak dari Rp6.000 menjadi Rp12.000.  Kemudian, dari GT Cikarang Barat ke Cibatu naik dari Rp1.500 menjadi Rp12.000 dan GT Cikarang Barat ke Cikarang Timur naik Rp2.500 menjadi Rp12.000. 

Subekti mengungkapkan, dengan dibongkarnya GT Cikarang kendaraan dari arah Jakarta yang menuju ke Cikampek akan melakukan transaksi di akses masuk (off ramp pay) dengan membayar tarif tol merata sesuai wilayah pentarifannya. 

Kemudian, kendaraan dari arah Cikampek yang menuju Jakarta akan melakukan transaksi di akses masuk (on ramp pay) dengan membayar tarif tol merata sesuai dengan wilayah pentarifannya. “Kami targetkan Minggu (19/5/2019) pemindahan telah selesai dan bisa dilewati lalu lintas normal.