Kecewa Pemilu Tidak Jurdil

Ratusan Emak-emak Usung Pocong ke KPU dan Bawaslu

Safari
Ratusan Emak-emak Usung Pocong ke KPU dan Bawaslu
Ratusan emak-emak dari Gerakan Rakyat Anti Pemilu Curang aksi ke KPU dan Bawaslu

Jakarta, HanTer-- Ratusan emak-emak dari Gerakan Rakyat Anti Pemilu Curang menggelar aksi keprihatinan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu Jawa Barat, di Bandung. Aksi long March sejauh 3 km ini, emak-emak menggelar atraksi Pocong yang menandakan kesedihan banyaknya jenazah petugas pemilu bergelimpangan.

Koordinator Lapangan aksi, Andi Nenie Sri Lestari S.Pd., M.Si menyatakan, aksi tersebut wujud kekecewaan dengan banyaknya ketidakadilan, penyalahgunaan kekuasaan oleh pertahana dan banyaknya kecurangan yang terjadi selama proses pemilu.

Emak-emak menyatakan, UU Pemilu berazaskan jujur, adil, langsung, bebas, dan rahasia, dalam praktik dilanggar dilanggar, kejujuran dan keadilan diabaikan. Sebagai contoh kasus heboh secara internasional adalah Pencoblosan kertas suara untuk paslon Presiden 01 sebelum Pemilu dimulai di Malaysia. Kasus ini tidak diselesaikan secara terbuka oleh KPU dan Bawaslu dan tidak memberi sanksi secara tegas terhadap pelakunya.

Tak hanya itu, emak-emak juga menyesalkan kesalahan tayangan hasil Situng KPU melalui input C1 di televisi. Dan hal ini KPU sudah mempertontonkan kesalahan input kepada masyarakat. Hal ini sama saja dengan melakukan pembohongan publik secara sistimatis. Apalagi diyakini kesalahan Situng KPU bukan human error akan tetapi dilakukan secara sengaja dan sistimatis untuk mengarahkan hasil kemenangan paslon tertentu.

Massa emak-emak menyatakan kecurangan Pilpres 2019 sudah menghancurkan moralitas bangsa, berganti dengan nafsu mempertahan tahta, harta dan kekuasaan semata. 

Massa aksi meminta Bawaslu memerintahkan agar dilakukan Audit Forensik terhadap KPU RI, dan menghentikan semua perhitungan manual. “Jika hal ini tidak dilakukan kami tidak mempercayai dan tidak akan mengakui hasil Pilpres 2019. Kami emak-emak siap melakukan tindak lanjut, meninggalkan tugas kewajiban harian kami sebagai emak,” kata Andi Nenie Sri Lestari.

Bawa Keranda 

Sementara itu, emak-emak yang menamakan diri Perempuan Indonesia Bergerak (PIB) menggotong sebuah keranda mayat dibalut kain kafan saat mereka melakukan aksi di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/5). 

Sambil mengiringi 'jenazah', para emak-emak itu membawa poster dan spanduk yang berbunyi protes dugaan kecurangan pemilu. Juga menuntut dilakukannya audit forensik IT KPU hingga soal insiden ratusan petugas KPPS yang tewas selama Pemilu 2019.

Koordinator Presidium PIB Monica Soraya mengatakan pihaknya ingin agar situng KPU bisa dihentikan karena telah terjadi kecurangan.

"Kami ingin pemerintah ayo kita fair jangan lagi curang, kita harus adil, kita harus jujur. Setop [situng] KPU, tidak ada lagi perhitungan suara karena kami nilai perhitungan suara itu curang," ucapnya, seperti dilansir CnnIndonesia.com.