MAKI Ajukan Praperadilan  3 Kasus Korupsi Mangkrak 

safari
 MAKI Ajukan Praperadilan  3 Kasus Korupsi Mangkrak 

Jakarta, HanTer - Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengajukan gugatan praperadilan terhadap Komisi Permberantasan Korupsi (KPK) atas tiga kasus korupsi yang mangkrak yaitu kasus tersangka Emirsyah Satar, RJ Lino dan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. 


Pendaftaran praperdilan didaftarkan MAKI di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2019).

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman menjelaskan, untuk tersangka Emirsyah Satar, mantan direktur utama PT Garuda Indonesia telah mangkrak dua tahun lebih (penetapan tersangka Januari 2017). 

Saat ini, menurut temuan MAKI proses penyidikan juga sudah selesai dalam bentuk penyitaan rumah dan pihak SFO (KPK-nya Inggris) sudah menyerahkan semua dokumen yang dibutuhkan pada Februari 2019.

"Namun hingga kini KPK belum ada tanda-tanda ke Pengadilan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi)," ujar Boyamin di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Untuk tersangka RJ Lino, mantan direktur utama PT Pelindo II, sambung Boyamin, telah mangkrak tiga tahun lebih (penetapan Tersangka Desember 2015). 

Lino juga telah menggugat Praperadilan lawan KPK dan KPK menang. Dengan menangnya KPK lawan Lino mestinya mempercepat prosesnya namun hingga kini mangkrak.

"KPK harusnya malu dengan Bareskrim yang telah mampu memproses korupsi di Pelindo II dengan tersangka Haryadi Budi Kuncoro dan Ferialdy Noerlan yang telah selesai disidangkan di Pengadilan Tipikor Jakarta," terangnya.

Selanjutnya kasus Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dalam kasus TPPU. Menurut Boyamin, ini adalah kasus mangkrak terlama di KPK karena sudah berlangsung lebih dari lima tahun, dan perkara pokoknya korupsi juga sudah diadili namun hingga kini kasus TPPU Wawan tidak ada kabarnya.

Terhadap tiga kasus di atas, MAKI sebelumnya telah mengajukan gugatan namun masih ditolak Hakim dengan alasan Penyidikan masih berjalan dan belum berhenti. MAKI tidak akan pernah menyerah hingga dikabulkan Hakim seperti dalam kasus Bank Century.

"Dengan gugatan ini, kami berharap Hakim mengabulkan. Sehingga KPK tidak semaunya sendiri menjemur perkara hingga tahunan. Pendaftaran Praperadilan telah diterima secara resmi oleh PN Jakarta Selatan. Biasanya sidang akan dilaksanakan dua minggu kedepan. Semoga dalam dua minggu kedepan sudah menuntaskan tiga kasus tersebut di atas tanpa menunggu sidang Praperadilan," ujarnya. 

#Kasus   #Mangkrak   #di   #KPK