Jaksa Agung Mendatang Harus dari Kalangan Profesional dan Non Partai

Danial
Jaksa Agung Mendatang Harus dari Kalangan Profesional dan Non Partai
Moh Rusdi Taher, Ketua Dewan Penasehat Kongres Advokat Indonesia (KAI)

Jakarta, HanTer - Sebentar lagi bangsa Indonesia akan memiliki pemerintahan baru pasca Pilpres 17 April lalu. Salah satu permasalahan mendasar bangsa saat ini adalah masalah penegakan hukum yang dirasa oleh sebagian kalangan belum memenuhi rasa kadilan masyarakat.

Masyarakat pun mulai memperbincangkan tentang siapa sosok yang layak atau pantas untuk menjadi anggota Kabinet, termasuk diantaranya adalah siapa yang pantas menjadi Jaksa Agung.

Menurut Moh Rusdi Taher SH MH, Ketua Dewan Penasehat Kongres Advokat Indonesia (KAI), dalam perspektif penegakan hukum, Kejaksaan Agung memiliki posisi sentral dan sangat menentukan baik buruknya wajah penegakan hukum di negara kita. Menurutnya, untuk menjadi Jaksa Agung diperlukan paling tidak memenuhi 5 kriteria obyektif.

"Memiliki integritas moral, intelektual, memahami persoalan mendasar di Kejaksaan, visioner serta bukan berasal dari kader partai politik," kata Rusdi Taher, mantan Wakil Ketua Komisi III (bidang Hukum) DPR RI Periode 1992-1997 itu kepada wartawan di Jakarta akhir pekan lalu.

Oleh karena itu Jaksa Agung yang akan datang sebaiknya berasal dari seorang jaksa karier, sehingga dia tau betul dari A sampai Z nya kejaksaan. 

"Di sinilah perlunya orang dalam, supaya tidak memerlukan waktu yang lama untuk beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan," tutur Rusdi.

Dan yang lebih penting lagi Jaksa Agung ke depan bukan berasal dari kader partai politik. Karena masyarakat akan menjadi pre-judice (curiga). Rusdipun lantas mengatakan, yang pantas menjadi Jaksa Agung adalah para Jaksa Agung Muda dan para mantan Jaksa Agung Muda.

Namun mantan Kajati DKI Jakarta yang sudah malang melintang di dunia hukum tidak berminat menjadi Jaksa Agung. 

"Saya sama sekali tidak ingin menjadi pejabat publik, kita harus tahu diri, lebih baik kita dorong yang muda-muda saja untuk menjadi pemimpin di negeri ini. saat ini saya ingin menikmati hari tua bersama keluarga dan berjuang menegakkan keadilan dan kebenaran melalui profesi Advokat," pungkasnya.