Tarif Batas atas diturunkan 12-16 persen

Agus: Cari Sensasi, Bakal Banyak Maskapai Bangkrut

Safari
Agus: Cari Sensasi, Bakal Banyak Maskapai Bangkrut
Ilsutrasi tiket pesawat

Jakarta, HanTer— Pemerintah menetapkan tarif batas atas tiket pesawat turun antara 12 persen sampai 16 persen dengan penurunan sebesar 12 persen akan dilakukan pada rute-rute ramai seperti rute-rute di daerah Jawa. Sedangkan penurunan lainnya dilakukan pada rute-rute seperti penerbangan ke Jayapura.

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menenteng kebijakan Menhub Budi Karya tersebut. Alasannya, kebijakan Menhub tersebut bukan tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Tupoksi Menhub tidak bisa mengatur harga tiket namun menjamin keselamatan transportasi agar aman digunakan masyarakat.

"Kebijakan itu (Menhub) tidak benar, itu kebijakan cari sensasi saja," ujar Agus Pembagio kepada Harian Terbit, Selasa (14/5/2019).

Menurutnya, jika kebijakan Menhub tersebut maka akan mematikan sektor lain di bandara. Apalagi nilai kurs rupiah terhadap dolar juga tinggi sehingga akan berpengaruh dengan harga avtur (bahan bakar pesawat).

Selain itu, kebijakan penurunan harga tiket pesawat yang dikeluarkan juga karena peak season dengan rute di pulau Jawa yang jumlah penumpangnya akan turun ketika arah baik.

"Saya prediksi akibat kebijakan itu jumlah penumpang akan turun drastis karena tidak ada extra flight. Daerah juga tidak mau lagi membiayai sehingga akan membuat banyak perusahaan airline akan tutup. Kalau sudah begini maka akan selesai," tegasnya.

Agus mengaku sudah memberikan pemahaman kepada Menhub terhadap kebijakan tersebut. Namun sebagai pihak di luar kementerian dia hanya memberikan saran. Sementara yang menjalankan adalah pemerintah khususnya Kemenhub. Karena yang akan menanggung adalah pemerintah sendiri.

"Penerbangan ini beda dengan angkutan bus yang ada tuslah. Banyak sektor yang melingkupinya dari AirNav, suka cadang, fuel, dan lainnya," jelasnya.

Cut Off

Sementara itu pengamat penerbangan Gatot Raharjo juga mengatakan, penurunan tarif tiket pesawat tersebut memang berlaku saat peak season. Menurutnya, masih ada cara lain yang tidak harus cut off atau diturunkannya harga tiket pesawat hingga 12-16 persen. Karena cut off bisa dilakukan di rute luar Jawa untuk membantu masyarakat karena tidak ada transportasi pengganti.

"Kalau di Jawa ya sebaiknya gak usah diturunkan (tarif tiketnya). Jadi maskapainya tetap hidup," paparnya.

Gatot menjelaskan, biasanya saat peak season menjadi masa panennya para maskapai penerbangan untuk menjual tiket di batas atas. Oleh karena itu kebijakan Menhub yang menurunkan tarif tiket pesawat 12-16 persen tidak akan berpengaruh karena maskapai tetap akan menjual tiket di batas atas. Sehingga penurunan tarif tiket pesawat tersebut tidak akan berpengaruh kepada masyarakat.

Gatot menyebut, pada dasarnya banyak cara bisa dilakukan Menhub tanpa harus menurunkan tarif tiket pesawat 12 - 16 persen. Misalnya, Menhub mengeluarkan aturan untuk meniadakan bea masuk suku cadang. Selain itu pemerintah juga ikut negoisasi penundaan pembayaran sewa pesawat, mendorong pendapatan acillary revenue seperti yang dilakukan Garuda, mengefisiensikan operasional penerbangan dengan memberikan rute terpendek namun tetap aman dengan panduan dari Airnav dan lainnya.

"Sebenarnya yang perlu diturunkan itu yang di luar Jawa, karena transportasi pengganti-nya nggak ada. Kalau yang di Jawa itu gak perlu diturunkan. Karena sudah ada jalan tol dan kereta api. Jadi kalau tidak kuat beli tiket pesawat masih bisa naik mobil atau kereta. Kalau di luar jawa kan tidak bisa begitu. Jadi maskapainya bisa dapat subsidi silang dari tarif di Jawa dan luar Jawa," jelasnya.

Lebih lanjut Gatot menuturkan, tiket pesawat menjadi mahal merupakan dampak dari perang tarif yang dulu dilakukan oleh sejumlah maskapai. Akibatnya maskapainya banyak yang bangkrut contohnya Mandala, Batavia, Kalstar dan terakhir Sriwijaya yang gabung ke Garuda. Adanya perang tarif tersebut juga karena pengawasan pemerintah lemah. Sehingga perang tarif dibiarkan ditambah masyarakat sudah kadung terbuai dengan tarif murah.

"Sekarang maskapainya sudah kehabisan biaya untuk sewa pesawat dan perawatan. Jadi naikkan harga tiket. Dan semuanya jadi kelabakan kena dampaknya," paparnya.

Diturunkan

Seperti diketahui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat Rapat Koordinasi Pembahasan Tindak Lanjut Tarif Angkatan Udara, Senin, di Jakarta menyatakan, Pemerintah menetapkan tarif batas atas tiket pesawat turun antara 12 persen sampai 16 persen dengan penurunan sebesar 12 persen akan dilakukan pada rute-rute ramai seperti rute-rute di daerah Jawa. Sedangkan penurunan lainnya dilakukan pada rute-rute seperti penerbangan ke Jayapura.

“Hal ini dilakukan pemerintah, bukan hanya memerhatikan pihak maskapai, tetapi juga konsumen sebagai masyarakat,” ujar Darmin Nasution.