Waspada Peredaran Uang Palsu Jelang Lebaran Meningkat

Safari
Waspada Peredaran Uang Palsu Jelang Lebaran Meningkat
Ilustrasi Uang Palsu

Jakarta, HanTer---Momentum Ramadhan hingga menjelang Hari Idul Fitri 1440 Hijriah peredaran uang palsu meningkat. Masyarakat diminta hati-hati, pedagang juga harus waspada karena uang palsu bisa saja diselipkan dalam tumpukan sejumlah uang asli saat transaksi selama Ramadhan hingga menjelang lebaran.

Atropolog Universitas Indonesia (UI) Yophie Septiady mengatakan, maraknya peredaran uang palsu jelang lebaran karena ada dua hal pokok. Pertama, kejahatan itu karena kebutuhan hidup meningkat yang harus dipenuhi menjelang lebaran. Sehingga pelaku mencari jalan pintas yang melanggar hukum. Kedua, momentum pelaku untuk melakukan kejahatan itu sendiri, yaitu menjelang hari raya.

"Seperti diketahui, menjelang hari raya Iedul Fitri, transaksi belanja kebutuhan pokok, pangan dan sandang meningkat,  sejalan dengan tujuan "memuliakan" kehadiran Idul Fitri," jelas Yophie Septiady kepada Harian Terbit, Senin (13/5/2019).

Yophie menuturkan, para pengguna/pengedar uang palsu juga "merasa" bermain aman dalam tindak kejahatan ini. Berbeda jika menjadi maling yang ujungnya bisa langsung ditangkap dan digebuki massa. Pengguna/pengedar uang palsu bisa bermain aman jika uang yang digunakannya ketahuan oleh pedagang. Pelaku bisa beralasan juga menjadi korban karena uang itu merupakan kembalian dari membeli sesuatu dari orang lain.

"Bisnis upal (uang palsu) ini sangat menggiurkan bagi para pelaku kejahatan. Selain dengan "bermain aman", proses hukumnya kecil dan keuntungannya juga lumayan. Misalnya, 1 lembar uang asli ditukar berbanding 3 lembar uang palsu dengan besaran lembar pecahan uang yang sama," paparnya.

Menurutnya, kondisi di atas akhirnya dijadikan pola perilaku tindak kejahatan untuk menggunakan/mengedarkan upal pada momentum mendekati hari besar Idul Fitri," tambahnya.

Agar tidak menjadi korban, Yophie menyarankan agar tetap berhati-hati dalam menerima uang, baik pihak pedagang maupun pembeli.

Kebutuhan

Pegiat media sosial (media) Darmansyah mengatakan, peredaran uang palsu jelang hari raya Idul Fitri yang semakin marak karena kebutuhan uang kontan atau fresh money yang meningkat di masyarakat. Jelang hari raya banyak masyarakat yang membutuhkan uang kontan untuk keperluan menghadapi hari raya. Seperti membeli sembako, pakaian dan kebutuhan lainnya.

"Saya meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati. Gunakan prinsip meraba dan menerawang terhadap uang," jelasnya.

Untuk menghindari mendapatkan uang palsu, ujar Darmansyah, masyarakat jangan mudah percaya terhadap jasa-jasa penukaran uang yang banyak ditemukan saat jelang Hari Raya Idul Fitri. Lebih baik masyarakat ke bank untuk menukar uang dalam jumlah besar. Selain terjamin keasliannya, masyarakat juga tidak terkena potongan administrasi.

"Kepolisian juga diharap dapat memberantas mafia peredaran uang palsu sampai ke akar-akarnya. Agar dikemudian hari tidak ada lagi peredaran uang palsu yang dapat merugikan orang banyak. Bagaimana pun kepolisian pasti mampu memberantas mafia peredaran uang palsu," tegasnya.

Cukup Tinggi

Sementara itu Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara Nanang Ali ketika ditemui, Senin, meminta masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, waspada terhadap peredaran uang palsu yang bisa saja diselipkan dalam tumpukan sejumlah uang asli saat transaksi selama Ramadhan hingga menjelang lebaran.

"Selama bulan puasa dan jelang lebaran, peredaran uang cukup tinggi dan masyarakat juga lebih konsunstif," kata Nanang Ali, seperti dilansir Antara.

Momentum Ramadhan hingga menjelang Hari Idul Fitri 1440 Hijriah bisa menjadi kesempatan bagi oknum tertentu untuk menyebarkan uang palsu ketika tingkat konsumsi melonjak, artinya transaksi meningkat.

"Karena itu masyarakat perlu hati-hati, pedagang juga harus waspada karena pembeli membludak biasanya para pelaku mencari celah memberikan lembaran uang palsu," kata Nanang Ali.