Isu Harga Komuditas Alami Gejolak, Pemerintah Jamin Ketersediaan Pangan Aman

romi
Isu Harga Komuditas Alami Gejolak, Pemerintah Jamin Ketersediaan Pangan Aman
Dialog Pengendalian Harga Pangan di Keminfo/ gil

Jakarta, HanTer – Hal paling ditakutkan masyarakat jelang puasa dan Lebaran adalah semua kebutuhan pokok naik drastis, terutama sembako. Dan, itu sudah menjadi hal biasa setiap tahunnya. 

Nah, guna menangkal sentimen negatif terkait harga-harga kebutuhan pokok, Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H dijamin mencukupi. 

"Sejauh ini kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Idul Fitri," kata Agung di acara bertema Pengendalian Harga Pangan di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019). 

Kebutuhan pokok yang dimaksud Agung, antara lain, beras, jagung, kedelai minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi dan kerbau, daging ayam ras, dan telur ayam. 

“Beberapa komoditas seperti  telur ayam ras, beras, bawang putih, dan cabai merah bahkan memberikan andil deflasi,” tambahnya. 
Sedangkan, kata Agung, terkait isu beberapa harga komoditas yang sempat mengalami gejolak, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menstabilkan harga dengan melaksanakan operasi pasar (OP).

Terutama, harga bawang putih yang saat ini sudah mulai dikendalikan. Padahal, sebelumnya mencapai Rp 70  ribu per kilogram, termasuk harga cabai merah.

"Hasilnya, saat ini sudah ada 20 ribu lahan baru pertanaman bawang putih dari sebelumnya yang hanya 2.000 hektare. Seluruh panennya langsung dijadikan benih sehingga di 2021 kita bisa swasembada dengan 60 ribu hektare lahan atau setara 600 ribu hektare bawang putih," kata Agung

Kendati demikian, Agung mengakui saat ini 90 persen kebutuhan bawang putih memang masih berasal dari impor sehingga harga sangat terkait dengan pasokan dari luar.