Viral Santri Lebak Siap Mati Bela Paslon 02, BPN: Siapapun Tak Akan Rela Dicurangi

sammy
Viral Santri Lebak Siap Mati Bela Paslon 02, BPN: Siapapun Tak Akan Rela Dicurangi

Jakarta, HanTer - Puluhan santri Banten mendeklarasikan untuk mengawal perjuangan para ulama dan memenangkan pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Adapun dalam video berdurasi 55 detik itu, para santri asal Lebak Banten itu menyatakan tidak rela apabila Prabowo-Sandiaga dicurangi. Bahkan, mereka siap mati melawan kecurangan.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara (Jubir) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade mengatakan, siapapun juga tak akan akan rela jika Prabowo-Sandiaga dicurangi. Untuk itu, lanjut Andre, pihaknya akan melakukan berbagai langkah guna mengantisipasi adanya indikasi kecurangan tersebut.

"Saat ini, kita (BPN, red) sedang berjuang dalam menyoroti persoalan hasil rekapitulasi suara. Agar, tak ada lagi kecurangan. Sehingga hasilnya terang benderang," ungkapnya di Jakarta, Senin (6/5/2019).

Selain itu, lanjut Andre, seluruh data rekapitulasi yang ada akan kita kirimkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) supaya diproses. "Begitupun dengan adanya indikasi kecurangan dari hasil rekapitulasi suara, kita kirimkan ke Bawaslu," terang Andre.

Andre mengimbau agar masyarakat dapat tenang dalam menyikapi berbagai hal terkait adanya indikasi kecurangan tersebut. "Militansi tetap harus kita jaga dengan semangat Konstitusional. Tetap junjung tinggi peraturan yang berlaku," ungkapnya.

Golok

Untuk diketahui, puluhan santri Banten mendeklarasikan perjuangan mengawal perjuangan para ulama dan memenangkan pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Deklarasi itu terekam dalam video yang diunggah oleh akun Facebook Jempol Indonesia, kemudian dibagikan oleh akun Abu Ayyub di grup Facebook Komunitas Kabar Madura, Senin (6/5/2019).

Dalam video berdurasi 55 detik itu, puluhan santri tampak berdiri sambil memegang bambu runcing dan golok. "Kami segenap santri Lebak Banten, siap mengawali perjuangan para ulama, dalam memenangkan Pilpres Prabowo-Sandi," ucap para santri Banten serentak.

Para santri asal Lebak Banten itu menyatakan tidak rela apabila Prabowo-Sandi dicurangi. Mereka siap mati melawan kecurangan. "Kami tidak ridho dunia akhirat, apabila dicurangi. Dan kami siap melawan kecurangan, meskipun harus meneteskan darah penghabisan," tegas para santri Banten.

Para santri juga menegaskan siap meneteskan darah demi menjaga agama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Demi agama dan NKRI, Anda curang kami siap perang, berenang di dalam titik darah penghabisan," pungkasnya yang diakhiri dengan takbir.

Wajar 

Koordinator Gerakan Perubahan (GarpU) Muslim Arbi, mengatakan, pernyataan sikap deklarasi para santri Lebak Banten dalam mengawal pasangan 02 itu wajar. Karena menurutnya, pasangan 02 dipilih berdasarkan hasil Ijtima Ulama.

"Dan para Santri memang wajib bela ulama. Apalagi Ulama yang bela kebenaran dan keadilan adalah pewaris Para Nabi. Jadi pembelaan yang di lakukan oleh Santri Lebak Banten adalah sikap seorang Murid/santri terhadap guru nya/ulama/kiai nya," ungkapnya di Jakarta, Senin (6/5/2019).

Ia mengungkapkan, para ulama berkumpul dalam sebuah Forum Ijtima dan mengeluarkan sebuah sikap. Dan, lanjut dia, sikap dan pendapat Ulama itu tentunya wajib dibela dan di kawal.

Arbi mengungkapkan, dalam perang kemerdekaan juga bagaimana sejarah Kiai zaenal Abidin dari Tasikmalaya juga dibela oleh santri-santri sehingga gugur sebagai Syuhada dan Pahlawan Nasional.

"Dan banyak lagi santri-santri seperti Kiai Hasyim Asyari, Pendiri dan Sesepuh NU juga tampil sebagai Pahlawan saat terjadi Agresi Inggris dalam Peristiwa 10 Nopember 1945. Untuk bela dan kawal Fatwa Jihad Kiyai Hadratus syech oleh para Santri dan Ulama dari berbagai daerah," terang dia.

Jadi menurutnya, sikap para santri Lebak Banten itu punya akar Historis dan Heroisme. Sehingga, lanjut dia, pernyataan sikap itu bukanlah sikap kekerasan. "Melainkan sikap yg wajar, pantas dan bagaimana seharusnya sikap Santri terhadap Kiyai dan Ulama," tegasnya. 

Kepolisian

Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi mengatakan video itu dibuat bukan oleh santri melainkan alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Salafi Bani Salifin di Kampung Salahaur, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

"Video dibuat alumni santri jadi bukan santri yang membuat video itu, [dibuat] secara sepihak tanpa persetujuan [dan] tanpa sepengetahuan pimpinan ponpes," kata Edy kepada CNNIndonesia.com, Senin (6/5).

Lebih lanjut, sambungnya, polisi pun sudah bertemu dengan pemimpin Ponpes Salafi Bani Salifin di Kampung Salahaur hari ini. Dalam komunikasi yang terjalin, kata Edy, pihak ponpes menyayangkan dan sudah meminta maaf atas peredaran video tersebut.

Lebih lanjut, Edy pun menyatakan kepada pihak ponpes agar video tersebut dihapus meskipun sudah sempat viral. "Video diminta dihapus dan sudah dihapus," tuturnya.

Di satu sisi, kata Edy, polisi tetap membuka penyelidikan untuk mengusut lebih jauh motif di balik peredaran video yang menampilkan kesiapan puluhan orang untuk mengawal perjuangan para ulama serta memenangkan Prabowo-Sandi tersebut. "Masih kami selidiki dugaan dan motifnya," katanya.

#Pilpres   #prabowo   #santri   #banten