Hakim PN Balikpapan Dijebloskan ke Penjara

Safari
Hakim PN Balikpapan Dijebloskan ke Penjara

Jakarta, HanTer - Kayat, hakim Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Kalimantan Timur, harus mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk 20 hari pertama setelah ditetapkan sebagai tersangka suap penanganan perkara pidana di PN Balikpapan Tahun 2018. Selain Kayat, dua tersangka lainnya yakni Sudarman, swasta dan Jhonson Siburian, advokat.

"Setelah melakukan permintaan keterangaan sebelum batas waktu 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHP, dilanjutkan gelar perkara maka disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi memberikan atau menerima hadiah atauh janji terkait penanganan perkara di PN Balikpapan Tahun 2018," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (4/5/2019).

Syarif memaparkan, Kayat, Sudarman dan Jhonson menjadi tersangka setelah sehari sebelumnya yakni Jumat (3/5/2019) ditangkap Tim KPK dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT). Ketiganya ditangkap KPK di tempat yang berbeda, Kayat dan Jhonson ditangkap di halaman parkir Gedung PN Balikpapan, Sudarman ditangkap di Jalan Soekarno Hatta, Balikpapan.

Kala itu Tim KPK mendapatkan informasi akan ada penyerahan uang dari Jhonson ke Kayat. Diduga penyerahan uang tersebut untuk membebaskan salah satu terdakwa yakni Sudarman dari perkara pidana terkait perkara  penipuan yang disidang di PN Balikpapan. Sudarman dan dua terdakwa lain disidang di PN Balikpapan dengan Nomor Perkara:697/Pid.B/2018/PN Bpp dalam kasus pemalsuan surat.

"Tim penindakan KPK menangkap hakim (Kayat) dan advokat (Jhonson) saat akan terjadi penyerahan uang di halaman parkir PN Balikpapan pada sore hari sekitar pukul 17.00 WITA, Jumat, 3 Mei 2019," jelasnya.