YUPK: Ramadan Momen untuk Anak Bangsa Bersatu dan Berbagi Kebaikan, Lupakan Perbedaan Politik

Anu
YUPK: Ramadan Momen untuk Anak Bangsa Bersatu dan Berbagi Kebaikan, Lupakan Perbedaan Politik
Yayasan Umat Peduli Kebangsaan (YUPK) berbagi kasih dengan anak-anak Yatim di ibukota dan memberi pesan untuk semakin peduli dengan sesama khususnya di bulan suci Ramadhan, Minggu (5/5/2019) di Petojo Utara, Jakarta Pusat.

Jakarta, HanTer- Yayasan Umat Peduli Kebangsaan (YUPK) mengajak semua anak bangsa untuk kembali bersatu dan mengulurkan tangan kepada kaum dhuafa dan masyarakat pra sejahtera. Saatnya, melupakan perbedaan politik dan kembali merajut kembali persatuan bangsa.

Pengurus Badan Pendiri Yayasan Umat Peduli Kebangsaan, Michael Subiyanto menyebutkan awal bulan puasa yang sudah ditetapkan pemerintah 1 Ramadhan 1440 Hijriah jatuh pada Senin (6/5/2019) menjadi momen yang baik untuk mengamalkan kebaikan kepada seluruh makhluk hidup.

"Selama beberapa bulan terakhir kita dibuat tegang dengan kondisi politik yang sangat dinamis, tapi kami yakin semua menginginkan persatuan dan kedamaian. Mari sama-sama mengamalkan kebaikan dan lebih peduli kepada mereka yang membutuhkan bantuan," ujar Michael, Minggu (5/5/2019) kemarin malam di Petojo Utara, Jakarta Pusat.

Di bulan Ramadhan yang merupakan momen untuk memperbaiki tali silahturahmi yang pernah terputus, Michael mengajak anak bangsa untuk kembali bersatu dan mengulurkan tangan kepada kaum dhuafa dan masyarakat pra sejahtera.

"Lupakan segala perbedaan dan mari kita merajut kembali persatuan bangsa dengan lebih peduli kepada masyarakat di lingkungan sekitar kita. Kami selama bulan Ramadhan ini juga akan mengadakan buka puasa bersama dan santunan anak Yatim maupun Piatu bagi saudara-saudara kita yang berpuasa," ungkap Michael.

Sementara itu, Ketua Yayasan Umat Peduli Kebangsaan, Fandy Satya menyebutkan setelah berdiri sejak 2009 organisasi non profit yang bergerak di bidang sosial itu terus berupaya maksimal membantu dalam berbagai bencana alam yang melanda Indonesia.

"Peduli itu indah karena kita semua bersaudara. Kepedulian harus dibuktikan dengan uluran tangan. Karena kemanusiaan tidak mengenal perbedaan suku, agama, dan ras antar golongan," kata Satya.