Jalan Lintas Seram Resmi Dibeton Warga Hualoy

Safari
Jalan Lintas Seram Resmi Dibeton Warga Hualoy

Jakarta, HanTer - Jalan trans lintas Seram, Maluku, yang menghubungkan transportasi dari arah Bula, SBT, Masohi Maluku Tengah, menuju dermaga Feri Waipirit-Hunimua, Pulau Ambon dan sebaliknya, resmi dibeton oleh warga Negeri Hualoy, Minggu (5/5/2019). 

Pengecoran jalan raya lintas Seram ini dilakukan warga Hualoy, Kabupaten Seram Bagian Barat, buntut dari pembantaian secara sadis oleh puluhan warga Latu, di hutan Waya, Latu, terhadap warga Hualoy, atas nama Syamsul Lussy (35) hingga tewas tersimba darah di atas aspal jalan lintas Seram.

Aksi palang jalan ini dilakukan warga untuk meminta kepada aparat kepolisian dan TNI, agar segera menangkap para pelaku dalam waktu 1x24 jam. Apabila tidak diamankan para pelaku, maka beton jalan lintas seram tidak akan dibuka, dan warga Hualoy akan menggunakan hukumnya sendiri untuk mencari para pelaku, seperti yang dilakukan oleh warga Latu, saat membantai dengan sadis Almarhum Samsul Lussy.

Warga meminta agar Kapolda dan Pangdam untuk langsung melihat masalah ini, sebab, masalah sudah tidak bisa ditangani oleh Polres SBB. Pasalnya, menurut warga, saat kejadian pembantaian warga Hualoy di Kota Ambon belum lama ini, juga pelakunya belum ditangkap. 

Padahal, pihak kepolisian sudah mengkantongi identitas para pelaku. Namun, tidak ada hasilnya sampai sekarang. Para pelaku masih bebas berkeliaran.  Sama halnya dengan para pelaku yang membantai Samsul Lussy kemarin secara sadis, juga masih bebas berkeliaran di Desa Latu.

Terhadap pembantaian Samsul Lussy, Kapolres SBB, AKBP Agus S, dan seluruh jajarannya telah melihat secara langsung jasad korban di Rs Kairatu. Kapolres SBB juga bertindak membantu proses pemulangan jasad korban dari Kairatu ke Hualoy tadi malam.

Seluruh warga Hualoy mendesak juga Kapolda Maluku untuk memproses Babikamtibmas Latu, Brigpol Awaludin Musa, karena dia diduga memback-up para pelaku untuk menganiaya korban di lokasi kejadian. "Polisi dia pake (pakai) senjata tapi dia diam saja. Dia kasih kaluar tembakan satu kali, saat korban sudah dipotong dan terjatuh di atas aspal. 

Saat itu, semua pelaku sudah melarikan diri, baru polisi kasih keluar tembakan," kisah Istri Korban Fatma Sia dan adik kandung korban Rakiba Lussy, yang ada di lokasi kejadian.

Korban Almarhum Samsul Lussy yang beristrikan orang Larike tersebut dibantai di hutan Latu, setelah nahas dalam kecelakaan dengan spead, saat melintas dari arah Tulehu, Pulau Ambon, menuju Hualoy, Pulau Seram, pada Sabtu, 4 Mei 2019.

Korban saat ini telah berada di rumah duka, dan baru akan dimakamkan siang ini. Sebelumnya, jasad korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Kairatu untuk diperiksa secara medis. Setelah luka-luka korban dijahit oleh tim medis di Rs Kairatu kemudian sekitar Pukul 22.00 Wit, korban dipindahkan ke Polsek Kairatu, untuk mengkoordinasikan pemulangan jenazah ke kediamannya di Negeri Hualoy. 

Tepat pada Pukul 22.30 WIT, jenazah korban dijemput dengan mobil dam truk milik TNI 711, yang dikawal ketat oleh puluhan aparat TNI dan Polri. 
Korban dipulangkan ke rumah duka disambut ribuan warga Hualoy, dengan takbir. Saat ini, korban akan dimakamkan di tempat pemakaman umum di Negeri Hualoy. Sementara ruas jalan yang sudah dibeton, belum bisa dibuka, jelas kaka kandung korban, Wahab Lussy.