BPJS-TK Menara Jamsostek Gelar Serangkaian Kegiatan Peringati May Day

Arbi
BPJS-TK Menara Jamsostek Gelar Serangkaian Kegiatan Peringati May Day
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Menara Jamsostek Agoes Masrawi menyerahkan bingkisan souvenir kepada peserta memperingati Hari Buruh Internasional. (Ist)

Jakarta, HanTer - Memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day, BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Menara Jamsostek menggelar beragam kegiatan dan kejutan kepada para pesertanya. Diantaranya edukasi manfaat program, pembagian snack kepada pengunjung, hingga penyerahan klaim dan santunan.

Kegiatan yang berlangung pada 2-3 Mei 2019 ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Menara Jamsostek Agoes Masrawi dan diikuti oleh seluruh pegawainya dengan mengenakan kostum pekerja konstruksi.

Agoes berharap, peringatan Hari Buruh Internasional ini bisa dijadikan pemicu oleh semua pihak untuk memastikan perlindungan risiko ketenagakerjaan untuk seluruh pekerja di Indonesia. "Happy May Day Hidup buruh. Hidup pekerja Indonesia," tegas Agoes dalam kesempatan itu.

Ia menuturkan, perlindungan sosial yang dijalankan oleh BPJS Ketenagakerjaan merupakan bukti kehadiran negara terhadap kesejahteraan pekerja. “Untuk itulah program BPJS Ketenagakerjaan ini (harus) dimanfaatkan sebaik-baikknya termasuk oleh pekerja informal," ujarnya.

Manfaat Program

Seperti yang dirasakan oleh Dodi Juanedi, peserta penerima manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dengan total klaim mencapai Rp53.567.600. Dodi mengalami kecelakaan saat berangkat kerja dari rumahnya di Cakung, Jakarta Timur.

Seluruh proses mengobatan dan biaya pemulihan saat di rumah sakit ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Ketenagakerjaan. "Sampai saya operasi dan sampai dinyatakan sembuh oleh dokter saya tidak keluar biaya apa-apa," ungkap Dodi.

Agoes Masrawi menambahkan, musibah yang dialami Dodi Junedi hanyalah satu di antara banyak kasus kecelakaan kerja yang menimpa tenaga kerja di Indonesia. Agoes mengapresiasi perusahaan yang mempekrjakan Dodi dengan mendaftarkan seluruh karyawannya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Yang namanya cilaka memang tidak pernah tahu kapan datangnya. Di luar sana masih banyak pekerja yang tidak jelas nasibnya, karena perusahaannya tidak memberikan hak pekerja berupa jaminan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan," ungkap Agoes.

Menurut Agoes, program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) BPJS Ketenagakerjaan memiliki program yang luar biasa. Program tersebut menjamin pemulihan kecelakaan kerja tanpa batas biaya dan tanpa batas waktu alias unlimited.

Selain itu, manfaat JKK saat ini tidak hanya dimiliki oleh peserta dari kelompok pekerja formal atau penerima upah saja. Tetapi kelompok pekerja informal atau bukan penerima upah (BPU) juga berhak.