Tiga hari Jelang Bulan Puasa

Harga Sembako Naik, Emak-emak Menjerit

Harian Terbit/Antara/Alee
Harga Sembako Naik, Emak-emak Menjerit
Harga sembako dan sayuran mulai naik.

Jakarta, HanTer -- Jelang bulan puasa, beberapa komoditas pangan, seperti daging ayam potong, telur ayam, harga bawang putih, cabai, kentang, hingga ayam potong di sejumlah pasar di Jakarta, antara lain Pasar Lenteng Agung Jakarta Selatan mulai mengalami penaikan.

Kenaikan harga-harga tersebut membuat kaum emak-emak menjerit. “Aduh….semuanya pada naik. Sementara pendapatan suami pas-pasan, alias tidak pernah bertambah. Pemerintah tolong dong harga sembako dikendalikan supaya rakyat berpenghasilan pas-pasan seperti kami tidak semakin susah,” kata Susi, warga Kebon Nanas, Jakarta.

Hal sama disampaikan icha, warga Kalimalang, Jakarta Timur. “Heran setiap mau puasa dan lebaran pasti harga=harga naik. Dan anehnya pemerintah tidak bisa mengendalikannya. Kalau sudah begini seperti kami ini kan yang jadi susah,” kata ibu rumah tangga yang bersuamikan seorang sopir.

"Yang naik itu cabai, bawang, dan kentang. Cabai naik hari ini sekitar 25 persen, hari normal Rp20 ribu per kilogram, sekarang Rp25 ribu," kata Lili, pedagang sayuran di Pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Selain itu, kata Lili, bawang putih juga mengalami penaikan harga sampai dengan Rp70 ribu per kilogram.

"Bawang putih, sih, yang lagi mahal. Sudah mencapai Rp70 ribu, dari sananya udah mahal. Kemarin, Rp60 ribu, naik Rp65 ribu, dan sekarang sudah Rp70 ribu," ujarnya.

Dibandingkan bawang putih yang harganya terus melonjak, bawang merah masih terbilang murah masih pada harga Rp38 ribu per kilogram.

Kentang, lanjut dia, naik 15 persen dari Rp13 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram.

Selain cabai, bawang putih, dan kentang, harga ayam potong juga naik 16 persen dari Rp30 ribu menjadi Rp35 ribu.

"Naik sudah seminggu. sudah biasa kalau menjelang puasa atau Lebaran pasti ada kenaikan harga," kata Agus, pedagang ayam potong di Pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Menurut pedagang tersebut, harga komoditas pangan itu akan naik, apalagi menjelang bulan puasa ataupun menjelang Lebaran. Hal tersebut merupakan hal yang biasa terjadi setiap tahunnya.

Naik Ugal-ugalan

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi meminta pemerintah memastikan pasokan bahan pangan selama Ramadhan 1440 H, termasuk mengantisipasi lonjakan permintaan bahan pangan.

"Lazimnya, selama Ramadhan dan saat Idul Fitri, akan terjadi lonjakan permintaan bahan pangan sekitar 20 persen hingga 30 persen, baik bahan pangan segar atau olahan," kata Tulus melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Karena itu, Tulus mengatakan meminta Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) memastikan pasokan bahan pangan cukup sampai Idul Fitri.

Menurut Tulus, pemerintah harus mampu menjaga kelancaran arus distribusi barang, sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar karena gangguan distribusi.

"Kementerian Perdagangan harus mampu mengendalikan pelaku pasar besar, agar tidak menjadikan momen bulan puasa untuk mengeksploitasi konsumen dengan kenaikan harga yang ugal-ugalan," tuturnya.