Sidang Karen Agustiawan: Akuisisi Blok BMG untuk Tingkatkan Produksi Minyak dalam Negeri

Anugrah
 Sidang Karen Agustiawan: Akuisisi Blok BMG untuk Tingkatkan Produksi Minyak dalam Negeri
Mantan Dirut PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/5/2019).

Jakarta, HanTer --  Mantan Direktur Keuangan Pertamina Hulu Energi (PHE) Hemzairil menyebut akuisisi yang dilakukan PT. Pertamina atas Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia 2009 untuk meningkatkan produksi minyak dalam negeri. 
 
"Secara umum kita tahu akusisi itu untuk meningkatkan produksi," kata Zairil saat bersaksi untuk terdakwa mantan Direktur Utama PT Pertamina Karen Galaila Agustiawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, (2/5/2019).

Ketua Majelis Hakim Emilia Djaja Subagia kembali kemudian menanyakan soal tujuan lain terhadap opsi untuk mengakuisisi Blok BMG. Namun, Zairil tegas menyatakan, meyakini tak ada tujuan lain terhadap akuisisi tersebut, selain meningkatkan produksi.

Pertanyaan yang sama juga dilontarkan Hakim Emilia kepada pensiunan bagian Pendanaan dan Perbendaharaan Pertamina Hulu Energi, Fauzi Hidayat. Tidak berbeda dengan Hemzairil, Fauzi menyebut akuisisi untuk meningkatkan cadangan minyak dalam negeri. Pasalnya, cadangan dalam negeri dinilai mulai terbatas.

Fauzi menambahkan, akuisisi yang dilakukan PT Pertamina tidaklah buruk. Sebab, lanjut dia, akuisisi itu bisa menguntungkan atau merugikan.

"Saya kira bagus akuisisi ada untung ada yang berhasil. Ya untuk menambah dan memperkuat energi kita, kan energi kita kan terbatas," tegas Fauzi.

Kendati tidak mendapatkan keuntungan dari akusisi Blok BMG Australia 2019, Fauzi menyebut itu merupakan resiko dalam bisnis perminyakan. Sebab tidak ada yang tahu keadaan dalam bidang tanah.

Bisnis perminyakan beda dengan yang lain, apakah itu sebagai operator atau hanya partner aja. Jadi memang bisnis itu ada resikonya," terang Fauzi.

Namun Fauzi menyebut kerugian PT Pertamina senilai Rp568 miliar dapat dipulihkan kembali jika melakukan pengeboran lagi. "Bisa kalau ada pengeboran lagi bisa di pulihkan," tukas Fauzi.

Menangis

Masih pada sidang yang sama, saksi Siwi Harjanti, menangis mengungkapkan prestasi Karen ketika memimpin perusahaan pelat merat itu. 

“Kami bangga kala Pertamina dipimpin oleh Ibu Karen. Beliau telah membawa Pertamina urutan 122 dalam Fortune Global. Bahkan urut 1 wanita hebat di dunia” ujarnya.

Menurutnya dirinya mewakili segenap karyawan Pertamina yakin Ibu Karen tidak bersalah. Beliau telah berusaha membangun pertamina hingga maju dan labanya naik 2 kali lipat