Elite Politik Harus Sportif Dalam Menyikapi Hasil Pemilu Raya 2019

Safari
Elite Politik Harus Sportif Dalam Menyikapi Hasil Pemilu Raya 2019
Diskusi Publik bertema Demokrasi Siap Menang Siap Kalah Dalam Pilpres 2019 yang digelar Kaukus Muda Indonesia (KMI) di Hotel Sentral, Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Jakarta, HanTer - Pemungutan suara Pemilu Raya 2019 yang meliputi pemilihan Presiden - Wakil Presiden, Anggota DPR, DPRD dan DPD telah berlangsung dengan aman dan sukses 17 April 2019 lalu. Namun saat ini ada dua paslon Presiden - Wakil Presiden saling klaim kemenangan sehingga berdampak kebingungan dan ketegangan di tengah masyarakat.

Direktur Eksekutif Para Syndicate, Ari Nurcahyo menilai sudah sepatutnya para elit politik menunjukkan keteladanan dan jiwa sportivitas dalam menyikapi hasil pemilu 2019. Sportivitas dan teladan harus ditujukan para elit guna mendamaikan dan menyejukkan suasana hati masyarakat di tingkat bawah. 

“Saya harap elit politik kita bisa memberikan teladan yang baik pada masyarakatnya. Saat ini krisis terbesar kepemimpinan politik kita ada pada keteladanan. Sementara dalam kontestasi politik, jiwa sportivitas perlu dipupuk bersama dalam kehidupan yang demokrasi,” ujar Ari Nurcahyo dalam Diskusi Publik bertema Demokrasi Siap Menang Siap Kalah Dalam Pilpres 2019 yang digelar Kaukus Muda Indonesia (KMI) di Hotel Sentral, Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Menurutnya, kedewasaan dan partisipasi politik yang sangat telah ditunjukkan oleh rakyat. Oleh karena itu  sebaiknya para elit tidak menodai dengan persepsi-persepsi yang dibangun di ruang publik seperti media sosial (medsos). Berdasarkan survei dari Litbang Kompas, sebanyak 82,4% koresponden juga menyatakan percaya dengan hasil resmi penghitungan suara oleh KPU yang akan diumumkan 22 Mei 2019 nanti. Artinya, siapapun yang menang atau kalah, perlu disepakati bersama menunggu hasil perhitungan resmi KPU.

Dalam kesempatan yang sama, Ikrama Masloman, Peneliti LSI berpendapat, keberadaan lembaga survey secara ilmu pengetahuan sudah mampu membantu lebih cepat. Selain itu adanya quick count juga sebagai upaya untuk mengantisipasi adanya kecurangan.

“Survey itu sudah sangat teruji dan terbukti, tetapi kita juga harus menunggu bersama hasil KPU karena itu yang akan menentukan secara sah,” imbuhnya.

Sementara itu, politisi Gerindra yang juga tim Badan Pemenangan Nasional paslon 02, Ariza Patria mengemukakan bahwa pihaknya enggan mengomentari soal hasil survey. Namun ia mengajak seluruh masyarakat khususnya generasi muda untuk berfikir secara makro bagaimana membangun bangsa Indonesia ke depannya.

“Kalau urusan menang-kalah sudah selesai, begitupun soal metodologi hasil survey, saya tidak ingin mengomentari. Yang perlu kita pikirkan kedepan adalah dasar berpikir makro, artinya bagaimana kita membangun bangsa ke depan yang lebih baik, apa kontribusi kita sebagai generasi muda dan anak bangsa yang pintar yang cerdas,” pungkasnya.