Aparat Penegak Hukum Diminta Usut Ancaman Terhadap Ketua Tim Saver BPN

Sammy
Aparat Penegak Hukum Diminta Usut Ancaman Terhadap Ketua Tim Saver BPN
Direktur Informasi dan Teknologi (IT) BPN Prabowo-Sandi, Agus Maksum (paling kiri)

Jakarta, HanTer - Kabar mengenai ancaman pembunuhan terhadap Ketua Tim Siber BPN, Agus Maksum beserta keluarganya, patut disoroti secara serius.

Direktur Eksekutif Indonesian for Transparency and Akuntabillity (Infra) Agus Chaerudin, mengatakan, ancaman tersebut seharusnya menjadi perhatian serius Komnas HAM dan aparat hukum Kepolisian serta DKPP RI.

"Seharusnya, adanya Informasi tersebut menjadi pembuka jalan bagi Kapolri, Panglima TNI serta Komnas HAM untuk mengusut tuntas ancaman tersebut. Sekaligus, membuktikan komitmen netralitas menjamin terlaksananya Pemilu serentak 2019 yang Jurdil," ungkapnya di Jakarta, Minggu (28/4/2019).

Ia menegaskan, aparat hukum harus menyikapi secara serius adanya ancaman itu. Hal itu dikarenakan, Agus Maksum mengalami ancaman pembunuhan setelah berhasil buktikan berdasarkan dokumen-dokumen valid dan mengungkap praktek kecurangan-kecurangan dihadapan Komisioner-komisioner Bawaslu RI.

"Meskipun laporan pembuktian dugaan praktek kecurangan itu tidak ada tindak lanjut serius dari Komisioner Bawaslu RI pada Komisioner KPU RI. Malah mendapatkan ancaman kehilangan keselamatan nyawa diri dan keluarganya," ungkap dia.

Selain dari itu, lanjut dia DKPP dan Komnas HAM wajib merespon informasi Agus Maksum berkaitan situasi eksisting multiefek hilangnya kepercayaan masyarakat pada KPU-BAWASLU atas Indepensi dan Netralitas pelaksanaan Pemilu serentak 2019.

Ancaman

Sebelumnya diketahui, Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Hashim Djojohadikusumo, sempat mengungkap bahwasanya dirinya harus memberikan pengamanan 24 jam kepada ketua tim siber BPN, Agus Maksum. Pasalnya, Agus menerima sejumlah ancaman bahkan kepada anak serta istrinya.

Agus Maksum adalah sosok yang menemukan data-data Daftar Pemilih Tetap (DPT) bermasalah dan mengadukannya ke KPU serta Bawaslu. Bahkan, sosok Agus Maksum diperkenalkan Hashim saat acara deklarasi Aliansi Advokat Indonesia Bersatu di Jakarta.

"Bapak Agus Maksum adalah ketua tim cyber kami yang ditugaskan," kata Hashim.

Hashim menjelaskan bahwa, Agus Maksum beserta keluarga mendapatkan ancaman sejak minggu lalu. Ancaman itu disebut Hashim lantaran Agus Maksum selama ini memaparkan data-data DPT bermasalah. "Sejak Minggu lalu nyawa beliau sudah diancam, nyawa istri beliau diancam, nyawa anak-anak beliau diancam. Karena apa?," ujarnya.

"Saya bersaksi bahwa beliau nyawanya diancam oleh pihak-pihak tertentu karena kecurangan-kecurangan yang beliau sampaikan kepada pihak KPU, kepada Bawaslu," sambungnya.

Mendengar keluarga Agus Maksum mendapatkan ancaman, Hashim langsung menugaskan tim pengamanan untuk menjaga Agus Maksum selama 24 jam. "Beberapa hari yang lalu terpaksa saya tugaskan beberapa security untuk jaga beliau 24 jam," ujarnya.

Hashim menganggap, Agus Maksum sebagai pahlawan karena yang bersangkutan bisa menemukan data DPT yang bermasalah. Karena itu Agus Maksum senantiasa mendampingi Hashim saat melaporkan adanya kejanggalan data DPT, seperti yang dilakukannya pada hari yang sama ke Bawaslu.

Saat melapor ke Bawaslu, Hashim mendapatkan informasi jika KPU belum menetapkan DPT final, padahal hari pemungutan suara tinggal tersisa enam hari lagi. "Sampai hari ini daftar pemilih tetap belum ditetapkan dan kami menduga masih ada banyak nama-nama yang sebetulnya tidak boleh masuk ke daftar itu," pungkasnya.