Diwarnai Kecurangan, Pilpres Dinilai Sarat Kepentingan

Sammy
Diwarnai Kecurangan, Pilpres Dinilai Sarat Kepentingan
Anggota Komisi III DPR Achmad Yani

Jakarta, HanTer - Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 dinilai sarat kepentingan. Bahkan, berbagai masalah dan kecurangan yang ada dianggap bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Hal tersebut terungkap dalam diskusi publik yang digagas Seknas Prabowo-Sandi bersama Masyarakat Peduli Pemilu Adil dan Berintegritas (MPPAB) bertajuk 'Tegakkan Kedaulatan Rakyat: Ada Konspirasi Paslon, KPU dan Lembaga Survei?' di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jakarta, Minggu (28/4/2019).

"Pemilu kita ini adalah pemilu terburuk sepanjang pemilu yang dikenal bangsa Indonesia. Pemilu yang tidak berdasar pada nilai-nilai Pancasila," ucap Mantan Anggota Komisi III DPR Achmad Yani.

Politisi asal Partai Bulan Bintang ini menjelaskan mengenai kecurangan terstruktur, sistematis dan masif (TSM). Ia menjelaskan, TSM ini perlu diketahui agar tidak dipersepsikan suatu hal yang bersifat makar.

"Ini hak konstitusional. Hak rakyat untuk menolak dan memberhentikan pemimpin. Itu dijamin oleh demokrasi. Dukungan moral ibu-ibu menjadi penting," tegas Achmad Yani.

Korban Jiwa

Sementara Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi menyatakan, meninggalnya ratusan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) perlu diselidiki. Adhie menilai ada kejanggalan terkait banyaknya korban jiwa.

"Masak setelah hari H, jumlahnya begitu banyak. Sudah 300 lebih orang meninggal,” kata Adhie.

Koordinator MPPAB, Marwan Batubara, mengungkap, pihaknya ingin memberikan pendidikan politik kepada para pendukung dan relawan Prabowo-Sandi.

"Kita sedang hadapi masalah. Ada kezaliman yang nyata di depan mata. Supaya bisa tumbangkan kezaliman, kita harus tahu. Karena itu kita perlu bersikap,” kata Marwan Batubara.