TAJUK: Negarawan Siap Kalah Siap Menang

***
TAJUK: Negarawan Siap Kalah Siap Menang

Seorang negarawan harus siap kalah dan siap menang. Inilah berbagai imbauan sejumlah kalangan kepada elite politik yang bertarung di pemilu 2019 digelar. Tak hanya itu, pasca pemilu elite diminta bisa menenangkan pendukungnya. 

Mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung Prof Nanat Fatah Natsir mengingatkan para elite politik harus bisa menunjukkan kedewasaan dan kenegarawanan, setelah pemungutan suara Pemilihan Umum 2019 sembari menunggu hasil penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Nanat mengatakan elite politik jangan bersikap reaktif terhadap dinamika politik, setelah pemungutan suara dan melontarkan wacana-wacana yang kontraproduktif menanggapi hasil hitung cepat yang dipublikasikan.

Elite politik dan para pendukungnya harus bersabar dan menyerahkan penghitungan suara kepada KPU, meskipun harus cukup lama menunggu hasilnya. Sementara KPU bekerja cepat dan akurat agar masyarakat tidak terlalu lama menunggu ketidakpastian hasil penghitungan suara. Tentu harus jujur adil dan terbuka. Jangan ada celah-celah kecurigaan dari masyarakat.

Untuk menciptakan situasi kondusif harapan kita para elite politik dan pendukungnya apapun hasil penghitungan suara harus menyikapinya dengan dewasa dan lapang dada.

Dalam situasi seperti saat ini, Indonesia membutuhkan tokoh seperti Bung Karno atau Bung Hatta dan para pendiri bangsa lainnya yang bisa menjadi contoh atau teladan. 

Negeri ini membutuhkan pemimpin negarawan yang selalu membawa kesejukan kepada rakyat. Kehadiran seorang negarawan yang tindak-tanduknya hanya demi kemaslahatan rakyat, negara dan bangsa, serta tidak memiliki konflik kepentingan, sangat diperlukan di tengah kesulitan yang dihadapi rakyat saat ini. 

Kita membutuhkan pemimpin berjiwa negarawan yang selalu menghargai gagasan-gagasan besar demi kemaslahatan rakyat, terlepas dari cara menyampaikan benar atau tidak. Rakyat menginginkan politisi yang berjiwa negarawan.  

Rakyat juga membutuhkan negarawan yang memiliki kemampuan yang sangat cemerlang dan jeli, berani melawan arus dan bertekad melakukan perubahan dan pembaruan struktural. Juga seorang negarawan yang mampu menawarkan solusi yang tuntas, mampu menawarkan reformasi total yang positif dan konstruktif, mampu menawarkan revolusi yang konstruktif, mampu menawarkan konsep dan aksi menghentikan krisis besar yang melanda satu bangsa atau beberapa bangsa.

Disaat kondisi politik Indonesia saat ini kehadiran seorang negarawan yang mampu menawarkan harapan dan peluang nyata, mampu membangun harga diri yang nyata dan bernilai. Namun  Indonesia nampaknya mengalami krisis pemimpin negarawan karena belum begitu mendapat perhatian untuk bagaimana menyiapkan seorang pemimpin negarawan.

Kekuatan pribadi pemimpin dibutuhkan bermoral, bersih dan berwibawa serta memimpin dengan hati untuk dikontribusikan bagi banyak orang. Komitmen para pemimpin telah direkam oleh publik yang sekiranya direalisir dan merupakan makna penting memberikan nilai dan kontribusi dalam menjalankan kepemimpinannya. 

Publik menginginkan hadirnya pemimpin-pemimpin bersih, tanpa cacad, berintegritas, sopan, beradab, dan bermoral di negeri ini. Bukan pemimpin yang ‘rakus’ uang.

Selain itu, pemimpin yang bersih dan bebas dari segala persoalan hukum. Pemimpin seperti bisa menjadi teladan bagi rakyat, dan diyakini dia akan mampu memimpin warga dengan baik.  

Para pemimpin bangsa ini harus saling mendukung, bahu-membahu mencarikan solusi untuk mengatasi persoalan masyarakat. Jangan karena berbeda partai politik, lantas kita tidak bersatu, tidak saling membantu.  Toh, semua pemimpin itu sama-sama sayang rakyat. Rakyat sangat berharap pemimpinnya bisa mensejahterakan dan memakmurkan mereka dan membebaskan mereka dari kemiskinan.

Negeri ini membutuhkan ketenangan politik. Dan ketenangan itu hanya akan terwujud kalau demokrasi dihormati dan dijalankan. Tak boleh ada akal-akalan terhadap hukum dan demokrasi. 

Harapan kita, ke depannya, siapa pun Presiden yang dipilih rakyat secara demokratis, dia  harus bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan rakyat.