TPP Doa: Pasca Pemilu Raya 2019 Semua Pihak Harus Bersatu

safari
TPP Doa: Pasca Pemilu Raya 2019 Semua Pihak Harus Bersatu
Pemilu Damai 2019/ ist

Jakarta, HanTer - Ketua Tim Khusus Pemenangan Pemantapan Pilpres Jokowi - Ma'ruf Amin (TPP DOA), Dr. H. Ikhsan Abdullah, SH.MH meminta pasca Pemilu Raya 2019 yang meliputi pilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPR, DPRD dan DPD maka semua rakyat Indonesia untuk kembali bersatu guna menata hidup yang lebih baik lagi. Saat ini masyakarat Indonesia tidak perlu lagi terkotak - kotak antara pendukung Capres - Cawapres 01 dan 02.

"Setelah Pilpres ini kita bersilaturahim lagi. Jadi tidak ada lagi di antara kita tersekat-sekat, terkotak-kotak," ujar Ikhsan Abdullah saat menggelar "Tasyakur atas Pemilu Damai" di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Jumat (28/4/2019).

Dalam tasyakuran ini hadir sejumlah tokoh di antaranya Dr. Ir.. Lukmanul Hakim, Msi dari Arus Baru Indonesia (ARBI), Dr. KH Manarul Hidayat (Ulama), Achmad Zakky dari TRB, Pendeta Jhony Z Souhoka, Rohaniawan, Dr. HM Azmy Anwar, SiP, MSc dan Dr. Sugiri Syarif dari Tokoh Masyarakat. Acara tasyakuran juga diisi dengan potong tumpeng dan doa bersama untuk keselamatan dan kedamaian Indonesia.

Menurut Ikhsan, untuk menjaga kedamaian maka para elit juga harus menjalin silaturahmi antara petahana dan oposisi. Karena saat ini rakyat di tingkat bawah sudah adem ayem dan menyatu. Sementara para elit di atas masih tidak mau menerima ketika ada pihak lain yang ingin menjalin silaturahmi. Padahal dengan para elit menjalin silaturahmi maka keadaan politik saat ini akan bisa lebih adem lagi.

"Rakyat dibawah sudah bersatu. Elit di atas masih panas saja," jelasnya.

Ikhsan mengatakan, untuk menjaga kedamaian dan kerukunan maka masyarakat Indonesia untuk tidak perlu mengikuti pihak - pihak yang sudah menyampaikan syukuran dan kemenangan Pilpres 2019 yang dilakukan secara sendiri - sendiri. Karena semua pihak harus menunggu pengumuman yang resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang. Menunggu pengumuman resmi dari KPU merupakan sebagai wujud dari ketaatan kepada Konstitusi Republik Indonesia.

"Sebenarnya yang sudah mendeklarasikan menang sudah melakukan pelanggaran UUD 45. Jadi kalau yang menyatakan sendiri, menghitung sendiriya kita jangan ikut-ikutan," jelasnya. 

Terkait banyaknya masalah Pemilu 2019, seperti DPT siluman, kertas suara sudah tercoblos dan pengelembungan suara, Ikhsan menuturkan, adanya laporan dugaan kecurangan pemilu sesuatu yang bagus dan bagian dari partisipasi anak bangsa dalam mengawal pemilu. Namun adanya dugaan kecurangan pemilu harus disertai dengan data yang valid. Apalagi ada lembaga yang menangani kecurangan seperti Panwas, Bawaslu dan terakhir Mahkamah Konstitusi (MK)

"Jadi harus dipastikan datanya valid. Jika persoalan ada lembaga Panwas,  Bawaslu dan terakhir nanti ada di Mahkamah Konstitusi.  Jadi sebagai orang yang bernegara ada tatanannya. Jangan melanggar itu semua," tegasnya.
 

#TPP   #Doa   #Pemilu   #Raya   #Bersatu