Tangkap Semua Pelaku Kecurangan Pemilu 2019

Safari
Tangkap Semua Pelaku Kecurangan Pemilu 2019

Jakarta, HanTer - Forum Alumni Perguruan Tinggi Indonesia (Forum API) menuntut agar oknum-oknum pelaku kecurangan pernitungan suara hasil pilpres 2019 ditangkap dan diproses secara hukum. Jika kecurangan tersebut dibiarkan maka akan merusak citra Indonesia di dunia internasional.
 
"Kami juga menuntut Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar tidak berbuat curang dalam melakukan perhitungan suara," tegas Ketua Forum API Akhmad Syarbini kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/4/2019). 
 
Syarbini mengungkapan, berdasarkan temuan Forum API, dugaan kecurangan dalam proses perhitungan rekapitulasi suara dilakukan secara masif, terstruktur, dan sistematis untuk memenangkan petahana di berbagai daerah. Contohnya, kesalahan input data di KPU terjadi hingga 105 kali dan secara masif terjadi di berbagai provinsi seperti, DKI Jakarta, Maluku, Banyu Asin, Subang, Kebumen, dan daerah lainnya di Indonesia. 
 
Tak hanya dalam bentuk salah input data C1, sambung Syarbini, kecurangan juga terjadi terhadap pencoblosan kertas suara sebelum pelaksaaan pemilu, yang teryata memenangkan salah satu paslon calon presiden dan calon wakil presiden. Namun ternyata pihak - pihak penyelenggara dan pengawas Pemilu 2019 belum juga bertindak atas beragam kecurangan tersebut. 
 
Pada kesempatan ini Syarbini juga menuntut Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) mencabut pembredelan dan memulihkan nama baik situs www.jurdil2019.org yang ditutup dilakukan secara sewenang-wenang tanpa ada proses atau langkah - langkah yang semestinya.
 
"Situs www.jurdil2019.org merupakan pengawas independen guna mencegah terjadinya kecurangan dalam penyelenggaraan Pilpres 2019," jelasnya.
 
Pemilu Ulang
 
Sementara Ketua Presidium Universitas Kristen Indonesia (UKI) Sangap Surbakti mengatakan, jika kecurangan Pemilu 2019 didiamkan maka akan membuat malu citra Indonesia di dunia internasional. Oleh karena itu Forum API sebagai organisasi kaum intelelektual akan berjuang paling depan untuk menuntut agar kecurangan Pemilu 2019 dihentikan. Karena jika didiamkan maka dunia luar akan menganggap penduduk Indonesia bodoh.
 
"Pemilu kali ini brutal makanya kami kaum intelektual di manapun berada pasti akan turun ke jalan karena kami lah yang ditunggu oleh masyarakat untuk kehidupan berbangsa," pungkasnya.
 
Ketika ditanya soal peluang terjadinya people power, Sangap menuturkan peluang itu bisa saja terjadi jika ada pembiaran atas terjadinya kecurangan, serta tidak adanya tindakan tegas terhadap para pelakunya. 
 
"Jutaan orang bisa saja turun ke jalan. Tidak hanya di Jakarta, tapi juga di kota-kota lain. Jika aksi ini terus berlanjut akan menngganggu perekonomian salah satunya dibidang investasi," paparnya.