Akan Bongkar Dana Pilpres, Andi: Lewat Ancaman Rommy Ingin Dibebaskan

Safari
Akan Bongkar Dana Pilpres, Andi: Lewat Ancaman Rommy Ingin Dibebaskan

Jakarta, HanTer - Direktur Government Wacth (Gowa) Andi Saputra mengatakan, tersangka dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Romahurmuziy alias Rommy memang tengah berupaya mencari perlindungan hukum dengan ancaman membongkar keterlibatan petahana dalam distribusi dana Pilpres. 

Andi menuturkan, perlindungan hukum yang diminta Rommy memang belum sepenuhnya dipenuhi. Dia minta agar dapat dibebaskan dengan adanya intervensi kekuasaan. 

“Boleh jadi pembantalan Romi di RS Polri Kramatjati sebagai bagian dari tuntutan yang diminta oleh Rommy. Apalagi tak pernah KPK merekemodasikan seorang tahanannya dibantarkan ke RS Polri Kramatjati karena lazimnya rekomendasi diberikan ke RSPAD atau RSCM. Di kedua RS tersebut tahanan KPK tak bisa berlama-lama tinggal kecuali diketahui mengidap penyakit akut," kata Andi.

Andi mengemukakan hal ini menanggapi cuitan politisi Partai Demokrat, Andi Arief di akun twitternya. Andi menyebut ada kejanggalan dalam pembantaran yang dialami Rommy. Menurutnya, Rommy tidak sakit, dan  dibantarkan ke RS Polri Kramatjati, Jakarta, karena mengancam akan membongkar dana Pilpres 2019 jika tidak dilindungi.

"Kabarnya Rommy tidak sakit. Sengaja buying time pemeriksaan. Melalui istrinya dia mengancam pada seorang petinggi negara akan membongkar dana pilpres jika tidak dilindungi. Kabarnya pra peradilan jalan menolong. Halo KPK," cuit Andi Arief, Kamis (25/4/2019).

Menurut Andi, kabar tersebut ternyata berbanding lurus dengan fakta peristiwa yang sedang dijalani Romi, yaitu dibantarkan di RS Polri hingga Pilpres 2019 dan berakhir dengan mengajukan praperadilan. Romi mulai dibantarkan sesaat sebelum Pilpres 2019 dilangsungkan. Rumornya Romi pura-pura sakit lantaran 'sengaja diamankan' oleh pihak istana karena takut menganggu kontestasi Pilpres.

"Kabarnya praperadilan jalan menolong. Halo KPK," tulis Andi.

Saat dikonfirmasi masalah ini, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan Basarian Panjaitan belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi Harian Terbit. 

Lebih lanjut Andi mengemukakan, Rommy adalah salah satu ketua umum parpol koalisi yang dipercaya TKN untuk melakukan operasi terkait Pilpres terutama di kantung-kantung Nahdliyin.

Kedekatan Romi dengan ulama NU kharismatik, KH Maimun Zubair adalah salah satu bukti berpengaruhnya Rommy. Bahkan Rommy berani masuk ke dalam kamar pribadi KH Maimun Zubair dan nge-Vlog untuk memberikan dukungan terhadap petahana.

Di Rumah

Terpisah, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan pihaknya membuka kemungkinan untuk memeriksa tersangka Rommy di RS Polri Jakarta Timur terkait penyidikan kasus suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI Tahun 2018-2019.

Saat ini Rommy masih dibantarkan penahanannya di RS Polri karena masih dalam keadaan sakit.

"Kalau ada kebutuhan dari penyidik untuk memeriksa tersangka bisa saja dilakukan pemeriksaan di rumah sakit atau di tempat lain, misalnya. Kalau sudah kembali ke rutan, ya, bisa dipanggil untuk hadir di sini (gedung KPK), secara teknis dan hukum acara itu memungkinkan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Kamis.

Febri pun mengatakan bahwa sampai Kamis malam ini, mantan Ketua Umum PPP itu masih dibantarkan di RS Polri dengan penjagaan dari tim KPK.

"Jadi, KPK menugaskan pengawalan tahanan di sana untuk melihat kondisi yang ada dan juga hasil pemeriksaan dokter nanti yang akan menentukan apakah RMY (Romahurmuziy) ini masih perlu rawat inap atau tidak," tuturnya.

Menurut dia, jika Rommy sudah tidak perlu rawat inap maka dari koordinasi yang dilakukan berdasarkan rekomendasi dan pemeriksaan dokter di RS Polri akan dibawa kembali ke Rutan KPK.

Untuk diketahui, KPK telah menetapkan tiga tersangka terkait suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI Tahun 2018-2019.

Diduga sebagai penerima Muhammad Romahurmuziy. sedangkan diduga sebagai pemberi, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

#Pemilu   #kpk   #suap   #rommy   #ppp   #presiden   #jokowi