120 Kg Sabu Sindikat jaringan Internasional Diungkap Polisi

Danial
120 Kg Sabu Sindikat jaringan Internasional Diungkap Polisi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono bersama Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi dalam konferensi pers mengatakan, adanya penangkapan narkoba ini adalah jaringan Internasional dari Myanmar Thailand Malaysia dan Indonesia.

Jakarta, HanTer - Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu di tol Bakahueni lampung pada Senin (15/4/2019) lalu.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita narkotika jenis sabu sebanyak lima karung dengan total 120 kg yang diselipkan diantara tumpukan arang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono dalam konferensi pers mengatakan, adanya penangkapan narkoba ini adalah jaringan Internasional dari Myanmar Thailand Malaysia dan Indonesia.

Argo menjelaskan, ini merupakan keberhasilan satuan narkoba Polres Metro Jakarta Barat yang berhasil melakukan pengungkapan narkotika jenis sabu. Ini juga merupakan pengembangan daripada tangkapan Polres Metro Jakarta Barat di bulan November 2018 yang saat itu mengamankan 40 kg narkotika jenis sabu yang dikembangkan lagi hingga saat ini total 120 kg.

"Proses penangkapannya anggota mengamankan sebuah truk  kontainer yang berisikan narkotika jenis sabu sekitar 120 Kg yang diselipkan diantara tumpukan arang," ujar Argo Yuwono, Kamis (25/4/2019).

Selain itu, lanjutnya, keberhasilan dari perspektif Polres Jakarta Barat dalam mengungkap jaringan nasional Myanmar -Thailand- Malaysia dan Indonesia.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi menjelaskan, dari pengungkapan ini, kami mengamankan sebanyak 3 pelaku yang berinisial JP (35 ),  HT (42) dan MS (51),  ini merupakan penangkapan narkoba jaringan internasional yang kesekian kalinya.

Keberhasilan dalam mengungkap kasus besar narkoba ini, sebelumnya kami menganalisa skema peredaran narkoba yang memanfaatkan kelengahan petugas polisi di lapangan.

"Seperti halnya dalam kasus ini, para pelaku memanfaatkan momen Pemilu dimana polisi sibuk mengamankan menjaga TPS, disini pelaku memanfaatkan momen tersebut," ujarnya.