Pengerahan Brimob Bukan Berarti Jakarta Genting, Mabes Polri: Sebagai Bentuk Antisipatif

Harian Terbit/Safari
Pengerahan Brimob Bukan Berarti Jakarta Genting, Mabes Polri: Sebagai Bentuk Antisipatif
Karopenmas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo

Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) menyatakan pengerahan berkompi-kompi pasukan Brigade Mobil (Brimob) dari berbagai daerah di luar Jakarta ke ibu kota, sebagai bentuk antisipatif.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan pengerahan pasukan itu bukan berarti keadaan Jakarta pasca pemilihan umum tanggal 17 April 2019 lalu, genting, namun sebagai langkah persiapan pada berbagai kemungkinan yang terjadi.

"Secara umum kondisi Jakarta aman terkendali pasca pemilu dan status siaga 1 sudah dicabut Jumat pekan lalu. Pengerahan pasukan Brimob ini, adalah sebagai langkah antisipatif berbagai kemungkinan. Tidak boleh juga kita menganggap enteng persoalan pengamanan ini," kata Dedi dalam pesan singkatnya pada Antara di Jakarta, Rabu petang, seperti dilansir Antara.

Dari berita Antara di berbagai daerah, diinformasikan berbagai Polda telah mengirimkan sebagian pasukan Brimob-nya untuk membantu keamanan di Jakarta.

Dedi menyebutkan anggota Brimob bantuan ini akan terus membantu keamanan Jakarta dengan fokus hingga pelantikan legislatif serta pasangan presiden-wakil presiden.

Rangkaian pemilu sendiri setelah hari pencoblosan adalah pengumuman hasil pemilu pada oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sekitar 20 Mei 2019, yang dilanjutkan dengan penyelesaian sengketa pemilu pada periode 23 Mei hingga 15 Juni 2019 dan diakhiri dengan pelantikan presiden dan wakil presiden sekitar tanggal 20 Oktober 2019 yang sebelumnya dilaksanakan penetapan anggota legislatif berbagai tingkatan.

"Hal ini memang selalu dilakukan setiap pemilu. Jakarta sendiri merupakan barometer nasional. Oleh karenanya kondisi Jakarta harus aman, karenanya Polri dan TNI harus memastikan keamanan jadi hal utama dalam menjamin proses penetapan pemilu," ucap Dedi.