Dugaan Penipuan Investasi Ezycloud melalui Aplikasi Smartphone

Danial
Dugaan Penipuan Investasi Ezycloud melalui Aplikasi Smartphone
Joni Wijaya Sinaga dari JWS and Partners dalam konfrensi pers di Chill In Cafe, STC Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (24/4/2019).

Jakarta, HanTer - Korban kasus dugaan penipuan investasi Ezycloud melalui suatu Aplikasi Smartphone yang berbasis Android dan IOS yang diciptakan untuk menghubungkan Komunikasi, Retail, Bisnis, Ekonomi dan Sosial Masyarakat akhirnya berani mengungkapkan kerugian moril maupun materiil mereka.

Puluhan korban investasi yang didampingi Joni Wijaya Sinaga dari JWS and Partners mengungkapkan, dalam pengembangannya, Ezycloud (Ezycloud Teknologi Malaysia Limited) melalui Ezycloud Indonesia (PT. MVA Indonesia) menawarkan investasi kepada masyarakat berupa paket-paket penjualan Ezycloud.

"Investasi dalam paket penjualan ini satu persatu mulai memakan korban, kurang lebih 3000 orang, yang berada di Indonesia, Malaysia, Singapura, Taiwan, Honkong, Korea, Jepang dan lain-lain," ujar Joni dalam konfrensi pers di Chill In Cafe, STC Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (24/4/2019).

Saat ditanyakan lebih rinci seperti apa bentuk dugaan penipuan? Joni menjelaskan dari puluhan korban yang berhasil dihadirkan di Jakarta ini mengaku tidak ada pembayaran sebagaimana dijanjikan.

"Profit atau keuntungan yang dijanjikan tidak diberikan tidak dibayarkan kepada (para) investor, ini belum seberapa, masih banyak korban lainnya. Saya sampai kewalahan tidak bisa tidur mendengar curhatan para korban sampai tengah malam," bebernya.

Ketika ditanyakan kira-kira berapa total kerugian para korban? Joni mengungkapkan perkiraan kerugian para korban sekitar ratusan miliar rupiah bahkan bisa lebih.

"Sangat banyak, ada yang per orang sudah investasi empat belas juta rupiah, ada yang lebih dari itu, bervariasi, kalikan saja ada ribuan korban dari dugaan penipuan investasi ini. Belum yang di luar negeri, para TKW (tenaga kerja wanita) di Malaysia, Hongkong dan lain-lain juga banyak. Para pahlawan devisa ini menjadi korban investasi, dijanjikan tapi tidak ada pembayaran," paparnya.

Selain itu para korban meminta Presiden Joko Widodo, Kapolri, untuk turun tangan membantu menyelesaikan masalah yang banyak menimpa para TKW ini. "Tolong Pak Presiden Joko Widodo, Kapolri bantu kami para TKW," pinta seorang ibu TKW yang mengaku berinvestasi sejak 2014 namun malah ditipu.