Abdul Kharis Almasyahari Lolos dari Dapil Neraka

Danial
Abdul Kharis Almasyahari Lolos dari Dapil Neraka
Abdul Kharis Almasyahari

Jakarta, HanTer - Salah satu Ketua Tim Pemenangan Partai Keadilan Sejahtera di Dapil 5 Jawa Tengah Abdul Kharis Almasyahari bersyukur  partainya kembali di amanahkan warga Sukoharjo, Klaten, Boyolali dan Kota Surakarta untuk mendudukkan Anggota DPR RI di Senayan dengan perolehan suara hampir 160.000 sesuai dengan perhitungan internal PKS Dapil V Jawa Tengah.

"Di Dapil 5 Jateng ada 8 kursi DPR RI yang diperebutkan, berdasarkan metode Sainte Lague maka kursi pertama, kedua, kelima diambil PDI Perjuangan, ketiga diambil Golkar, Keempat oleh Nasdem dan Keenam PKS menyusul kemudian ketujuh PKB, dari data internal kami, PAN, Gerindra dan PDI Perjuangan akan memperebutkan kursi ke delapan," ujar Abdul Kharis Almasyahari yang saat ini menjabat Ketua Komisi 1 DPR RI, Rabu (24/4/2019).

Ditambahkan Widodo salah satu tim pemenangan di Dapil, bahwa berdasarkan hasil real count internal data PKS berdasarkan C1 100% yang masuk mencapai 1.922.000 suara sah,  kini sedang dilakukan rekapitulasi di tingkat kecamatan diseluruh dapil Jateng 5 oleh petugas PPK dan tentunya semua saksi PKS dan partai lainnya.

"Jumlah angka partisipasi meningkat sehingga juga meningkatkan pemilih PKS, khususnya peningkatan terbesar di Kabupaten Klaten," kata Widodo yang juga insya Allah dipastikan lolos sebagai Aleg di DPRD Klaten.

Kharis sangat mengapresiasi dan berterima kasih pada warga Solo, Sukoharjo, Boyolali dan Klaten yang telah memberikan kepercayaan dengan memilih PKS pada pemilu 17 April 2019 yang lalu.

“Kami sampaikan Alhamdulillah serta  apresiasi yang tinggi  pada seluruh caleg, struktur pengurus, kader, dan simpatisan PKS yang telah bekerja keras siang malam, mulai dari masa kampanye hingga pemungutan dan perhitungan suara di seluruh TPS sedapil 5 Jawa Tengah,” papar Kharis.

Ia juga turut mengapresiasi para penyelenggara pemilu, terutama para petugas KPPS di seluruh TPS, yang telah bersusah payah menyelenggarakan proses pemungutan dan melakukan perhitungan suara, serta duka mendalam untuk semua yang telah berkorban sehingga harus meninggal disejumlah daerah di Indonesia.

“Apresiasi juga pada petugas di PPK dan KPUD, Panwas Kecamatan dan Bawaslu, serta aparat keamanan dari Polrindan TNI selaku penyelenggara, pengawas dan pengamanan pemilu ini, doa kita untuk semua yang telah meninggal dalam proses demokrasi yang panjang ini," pungkas Kharis.