Pengurusan Dokumen di KBRI Malaysia Lamban Jadi Citra Buruk Indonesia

Safari
Pengurusan Dokumen di KBRI Malaysia Lamban Jadi Citra Buruk Indonesia
Suasana lambannya pengurusan dokumen di KBRI Malaysia(Dok)

Jakarta, HanTer - Perhimpunan Masyarakat Indonesia (PERMAI) di Malaysia prihatin dan sedih menyaksikan lambannya proses pengurusan dokumen keimigrasian di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia. Karena ada di antara TKI yang mengantri dari pukul 9 malam hingga pukul 2 pagi. Bertele - telenya proses pelayanan dokumen di KBRI akan memperburuk citra Indonesia di negara  perantauan.

"Ini laporan yang kelima kalinya masyarakat laporkan ke PERMAI. Yang kasihan kita melihat anak kecil dan orang tua yang berurusan di waktu malam," kata Ketua Umum PERMAI di Malaysia, Efruddin H Sibli kepada Harian Terbit, Selasa (23/4/2019).

Menurut Efruddin, antrian untuk mendapatkan pelayanan juga membuat ada di antara TKI yang tidur di emperan kedutaan. Bahkan di antara pengantri tersebut ada yang membawa anak kecil. Tidak itu saja, ada juga TKI yang sakit dan difabel yang berkeliaran di depan Gedung Kedutaan. Sehingga terkesan seperti tidak ada jam kerja yang ada di Kedutaan Indonesia di Malaysia.

"Macam tidak ada saja waktu esok masa jam kerja Kedutaan Indonesia di Kuala Lumpur. Ini cukup memalukan imeg Indonesia di perantauan," paparnya.

Effrudin mengungkapkan, tercatat sudah 5 kali PERMAI menerima laporan lambannya proses pengurusan dokumen di KBRI. Padahal pemohon sudah bolak - balik menanyakan penyelesaian dokumen yang diurusnya. Namun tetap saja dokumen yang dimohonnya tidak selesai juga dengan berbagai alasan. PERMAI menyampaikan keluhan kepada Harian Terbit agar ada perbaikan guna membangun cara sistim kerja di KBRI.

"Masa jamannya Pak SBY satu hari urusan dekumen selesai. Ini sampai berbulan pun tak siap juga," jelas Effrudin dengan logat Melayu.

Effrudin memaparkan, akibat lambannya pengurusan dokumen membuat arus lalulintas di depan Kedutaan menjadi tersendat.  Selain itu akibat atrian yang mengular juga membuat tanaman di depan kedutaan menjadi rusak. Karena ada di antara pengantri yang tiduran di taman. Padahal taman tersebut dibina oleh Dewan Bandar Raya Kuala Lumpur. Oleh karena itu diharapkan pihak KBRI berperan untuk menghargai WNI di Perantauan.

"Kejadian ini sudah berlaku sejak 3 bulan. Kita mengharapkan pihak KBRI harus berperan untuk menghargai WNI di Perantauan. Siapa lagi yang menghagai WNI di perantsuan, kalau Bukan perwakilan negara sendiri. Kita mengharapkan agar perwakilan negara Indonesia yang ada di luar negeri dapat menjaga nama baik Bangsa dan negara agar WNI yang mau berurusan di KBRI dapat dilayani dengan baik dan sopan," jelasnya.

Dikonfirmasi Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar (Kemenlu) Arrmanatha Nasir mengaku berterima kasih atas informasi yang diberikan Harian Terbit. Kemenlu pun akan menyampaikan informasi tersebut ke KBRI KL. 

Sejumlah foto - foto terkait kondisi antrian di KBRI telah dikirimkan Harian Terbit ke pihak Kemenlu."Terima kasih untuk infonya. Kami akan sampaikan ke KBRI KL dan tanyakan langkah yang akan diambil," ujarnya.

#KBRI   #Malaysia   #tki