Pembakaran Kotak Suara Disebut Rangkaian Kecurangan

Safari
Pembakaran Kotak Suara Disebut Rangkaian Kecurangan
Sisa pembakaran kertas suara

Jakarta, HanTer - Pengamat politik dari Institute for Strategic and Development Studies (ISDS) M Aminudin mengatakan, adanya aktivitas perusakan dan pembakaran kotak suara sangat mungkin itu rangkaian kecurangan yang massif, sistematis dan terstruktur yang dilakukan kelompok tertentu.

Oleh karena itu perusakan dan pembakaran kotak suara bagian dari skenario besar kecurangan yang sebelum-belumnya."Ini (perusakan dan pembakaran kotak suara) bagian dari skenario besar kecurangan yang sebelum-belumnya.  Seperti terjadi di Malaysia," uiarnya kepada Harian Terbit, Senin (22/4/2019).

Seperti diketahui, Caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) berinisial KS (53) ditetapkan sebagai tersangka pembakaran kotak dan surat suara Pemilu 2019 di Desa Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, Jambi. 

KS (53), warga Desa Hamparan Pugu, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci, kini telah diamankan tim gabungan dari Polda Jambi dan Polres Kerinci. 

Selain KS, dua pelaku lain yang ditetapkan sebagai tersangka adalah RJ alias R (31), warga RT 002 Kecamatan Tanah Kampung, dan A alias Pak Eka (55), warga Desa Pendung Hiang. RJ alias R merupakan Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Tanah Kampung. 

Direktur Reskrimum Polda Jambi AKBP Edi Faryadi mengatakan, KS dan R ditangkap saat bersembunyi di rumah penduduk. “Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Edi, Senin (22/4/2019).Safari

54 Petugas KPPS Meninggal Saat Pemilu 2019

Jakarta, HanTer - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat hingga Minggu (21/4/2019) malam terdapat 54 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia. Selain itu 32 petugas KPPS yang mengalami sakit. Total ada 86 petugas KPPS yang menjadi korban dari lelahnya bertugas dalam penyelenggaraan Pemilu 2019.

"86 petugas yang mengalami musibah, meninggal 54 orang dan sakit 32 orang," ujar Komisioner KPU Viryan Azis saat dihubungi, Senin (22/4/2019).

Menurut Viryan, jumlah petugas KPPS yang menjadi korban tersebut meliputi petugas KPPS yang ada di Tempat Pemungutan Suara (TPS) maupun petugas Pemilu yang melakukan rekapitulasi suara di tingkat kelurahan/desa hingga di tingkat kecamatan. Saat ini rekapitulasi suara masih berlangsung sehingga jumlah petugas yang kelelahan bisa saja bertambah.

Untuk meminimalisir jumlah petugas Pemilu yang kelelahan, sambung Viryan, maka KPU berharap adanya layanan kesehatan gratis dari Kementerian Kesehetan ataupun dinas kesehatan pemerintah setempat di setiap kecamatan untuk memberi layanan kesehatan kepada jajaran atau petugas penyelenggara pemilu.

"Sangat mungkin masih bertambah karena sekarang rekap suara di kecamatan sedang berlangsung. KPPS, PPS dan PPK terus merekap suara," jelasnya.

Santunan 

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, KPU akan memberikan santunan kepada petugas KPPS yang meninggal dunia karena kelelahan saat bertugas. Karena petugas KPPS tidak disertai asuransi jiwa. Oleh karena itu, KPU akan urunan dana atau gotong royong untuk memberikan santunan tersebut. Santunan tersebut diharapkan bisa meringankan beban bagi keluarga korban yang ditinggalkan.

"Kami sangat prihatin dengan berita duka itu karena memang penyelenggara kita belum difasilitasi asuransi kesehatan. Maka seperti biasa, KPU seluruh Indonesia akan gotong royong bersama-sama untuk memberikan tanda kasih santunan kepada pihak keluarga korban," ujar Wahyu saat dihubungi, Minggu (21/4/2019).