Ma'ruf Amin Ingatkan Pemenang Pemilu Adalah Pilihan Rakyat

Danial
Ma'ruf Amin Ingatkan Pemenang Pemilu Adalah Pilihan Rakyat
Calon wakil presiden Ma'ruf Amin

Jakarta, HanTer - Guna mendinginkan suasana di kalangan grass root, calon wakil presiden Ma'ruf Amin menegaskan bahwa pemilu bukanlah perang, tapi memilih pemimpin nasional. Para kandidat dan lembaga penyelenggara pemilu pun sudah bersepakat untuk menyerahkan pilihan itu kepada rakyat.

Menurut Ma’ruf, diharapkan semua pihak menerima hasil pilihan rakyat. Sebab yang menentukan dan menghitung jumlahnya juga lembaga yang memang diberi mandat oleh negara.

"Masalah siapa yang menang, siapa yang kalah, itu nanti KPU yang menentukan. Tetapi yang penting, kita semua siap menerima hasil itu seperti janji waktu awal bahwa kita siap untuk menerima apa pun hasilnya," ujar Ma'ruf di kantor pusat PB Nahdlatul Ulama, Kramat Raya, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Mantan Rais Aam PBNU ini, kesadaran semacam itu perlu. Sesudah itu perlu upaya rekonsiliasi untuk mengutuhkan kembali, karena keutuhan bangsa harus diutamakan daripada kepentingan-kepentingan kelompok atau golongan.

"Karena bangsa ini harus kita jaga keutuhannya. Karena itu, seperti pemilu-pemilu yang lalu, telah selesai, itu kita tetap utuh kembali, menyatu kembali dan rekonsiliasi," terang Ma'ruf.

Seperti diketahui, gejolak di masyarakat terjadi dalam proses penghitungan suara, yang diketahui belum 50 persen real count oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Diantara gejolak yang paling parah dan nyaris memicu bentrokan terjadi  di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, tepatnya di Hotel Mega Lestari, di Jalan ARS Muhammad, Klandasan Ulu, Balikpapan Kota, Jumat (19/4/2019) sekira pukul 02.00 Wita.

Berawal dari ada tudingan kecurangan dalam pelaksanaan pemungutan suara, sekelompok orang awalnya mendatangi kantor Camat Balikpapan Kota. Namun lantaran tak menemukan kotak suara di kantor camat, kecurigaan masyarakat semakin terbukti.

Hal tersebut memuncak, saat mengetahui kotak suara berada di Hotel Mega Lestari, mereka langsung mendatangi lokasi dan berusaha merangsek masuk ke basement hotel yang menjadi tempat penyimpanan. Ketegangan sempat terjadi ketika aparat kepolisian menghadang.

“Buka! Buka pintunya,” teriak massa kepada petugas kepolisian yang berjaga dan nampak dari video yang viral kotak-kotak suara terlihat dibawa ke hotel tersebut.