Arief Poyuono Ragukan Hasil Quick Count Miliki Dokumen C1

Safari
Arief Poyuono Ragukan Hasil Quick Count Miliki Dokumen C1
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono

Jakarta, HanTer - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono meminta agar lembaga survei tidak manjadi sumber kerusuhan. Apalagi jika hasil yang dirilis lembaga survei  tidak jujur dan menipu rakyat. Hal ini dikatakan Arief Poyuono menanggapi hasil survei yang menempatkan perolehan suara capres 02 Prabowo - Sandiaga dibawah capres 01 Jokowi - Maruf.

"Lembaga survei kita tantang buka data hasil perhitungan internal, memang kita takut. Kita punya data C1 nya kok dari 5.000 TPS yang kita jadikan dasar quick count kita," ujar Arief dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Arief meragukan jika lembaga survei yang merilis perolehan suara atas capres 01 di atas capres 02 memiliki dokumen C1 seperti yang dimiliki tim BPN. Arief juga menanyakan dana yang didapat dari lembaga survei tersebut ketika merilis hasil perhitungan cepat atau quick count suara Pilpres 2019.

"Ayo buka dari Mana pendanaannya yang mereka dapat," tandasnya.

Lebih lanjut Arief mengatakan, hasil quick count yang tidak sesuai dengan real count adalah sebuah bukti untuk menangkap para pemilik Lembaga Survei bayaran karena sudah menyebarkan hoaks. Oleh karena itu polisi harus tangkap semua pemilik Lembaga Survei. Harusnya lembaga survei itu menunggu nanti setelah KPU keluarkan hasil real count dengan Kemenangan Prabowo - Sandi.

"Karena jelas jelas ini Lembaga Survei Quick count mencoba melakukan framing untuk kecurangan dalam real count nanti. Masyarakat harus mengeruduk kantor kantor Lembaga Survei quick count yang telah merusak demokrasi di Indonesia .Dan menipu masyarakat," tegasnya.