Kyai Yeyep Minta Penyelenggara Pemilu Bersikap Independen untuk Tentukan Nasib Bangsa ke Depan

Safari
Kyai Yeyep Minta Penyelenggara Pemilu Bersikap Independen untuk Tentukan Nasib Bangsa ke Depan
Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Rantting Bojong, Bogor, Jawa Barat, Kyai Yeyep Abu Bakar Sholeh

Bogor, HanTer - Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Rantting Bojong, Bogor, Jawa Barat, Kyai Yeyep Abu Bakar Sholeh mengatakan, Pemilu Serentak 2019 merupakan agenda kenegaraan konstitusional dalam rangka memilih kepemimpinan yang amanah untuk bangsa Indonesia. Karena itu, hendaknya dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, suka cita dan gembira untuk memilih para pemimpin di lembaga legislatif dan eksekutif.

"Suara kita adalah penentu keberlangsungan bangsa ini. Dengan menggunakan hak pilih, maka kita ikut bertanggungjawab atas menentukan arah bangsa lewat orang yang kita pilih," ujarnya dalam acara Tausiyah Kebangsaan bertema “Dari Pesantren Menuju Pemilu Damai dan Menolak Golput” yang dilaksanakan Kaukus Muda Indonesia (KMI)  bersama NU Ranting Bojong dan Yayasan Tawassut di Majelis Pengajian Tarbiyatul Mubtadiin Bojong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/4/2019) kemarin.

Dihadapan 150 peserta yang hadir, Kyai Yeyep juga mengingatkan bahwa golput bukanlah pilihan tepat dalam negara yang demokrasi seperti Indonesia ini. Apalagi Pemilu juga momentum ikhtiar kolektif untuk perbaikan kehidupan bangsa dalam rangka menjaga nilai-nilai agama dan mensejahterakan umat manusia (hirasat ad-din wasiyasat ad-dun-ya). Oleh karena itu, masyarakat yang mempunyai hak pilih diimbau untuk menggunakan hak pilih sebaik-baiknya, dan tidak memutuskan untuk tidak memilih atau golput (golongan putih).

Kepada para penyelenggara pemilu,Ketua MUI Bojong  ini juga berharap KPU, Bawaslu dan DKPP harus bersikap independen, imparsial, profesional, responsif, transparan dan akuntabel agar dapat terselenggara pemilu yang demokratis, tertib, aman, jujur, adil, berkualitas dan bermartabat.

“Keadaan tersebut membuat rakyat dapat menggunakan hak pilihnya dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, gembira, dan tanpa adanya tekanan dan paksaan,” katanya.

Kyai Yeyep juga mengingatkan kepada peserta pemilu, yaitu partai politik, calon anggota legislatif dan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden serta seluruh tim pendukungnya untuk tidak melakukan pelanggaran terhadap peraturan pemilu dan pelanggaran hukum lainnya.

“Termasuk tidak menggunakan politik uang dan kampanye hitam (black campaign), demi kepentingan pribadi maupun kelompok,” tegasnya.