Tajuk: Demi Indonesia, Mari Kita Bersama Bersatu dan Damai

***
Tajuk: Demi Indonesia, Mari Kita Bersama Bersatu dan Damai
Foto: Istimewa

Hari pencoblosan dilakukan besok, Rabu 17 April 2019.  Rakyat Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke dan dari Sanghie Talaud sampai Pulau Rote, akan berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk memilih pemimpin negeri yang berazaskan Pancasila.

Terkait pengamanan,  Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyatakan keyakinannya bahwa hari pencoblosan untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) pada 17 April 2019 akan berjalan dengan aman dan damai.

Dia meyakini keamanan bisa dikendalikan dan pihaknya sudah enyiapkan pasukan dari Kepolisian dan juga dari elemen masyarakat yang mendukung kami. Jadi, secara garis besar kami sudah memeriksa semua provinsi, semuanya siap dan stabil. 

Polri menjamin masyarakat bahwa Pemilu pada 17 April bisa dilaksanakan dengan damai.

Tito mengemukakan hal itu alam Rapat Koordinasi Kesiapan Akhir Pengamanan Tahapan Pemungutan dan Perhitungan Suara Pileg dan Pilpres Tahun 2019 di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Menurut Tito, tidak melihat adanya kemungkinan gangguan keamanan lainnya dan mengajak masyarakat untuk pergi ke TPS untuk memberikan suara. Tito endorong semua masyarakat Indonesia merayakan pesta demokrasi.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto juga meyakinkan masyarakat bahwa hari Pemilu akan berjalan aman dan damai. Masyarakat tidak perlu takut, tidak perlu khawatir. Bahwa nanti saat pencoblosan dua hari lagi keadaan memang sudah dapat dijaga keamanannya oleh aparat keamanan, Kepolisian yang dibantu oleh TNI. 

Sekali lagi Wiranto  mengharapkan masyarakat tidak ragu-ragu untuk datang ke TPS pada waktunya, untuk memberikan hak pilihnya.

Pada pemilu ini masyarakat akan mencoblos lima kartu surat suara sekaligus, mulai dari pasangan calon presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD kabupaten/kota serta memilih anggota DPD.

Masyarakat akan memilih dua pasangan capres dan cawapres, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Seluruh rakyat berharap pemilu kali ini berjalan lancar, kondusif, aman, damai, jujur dan adil. Kita semua harus tetap bersatu. Siapa pun yang terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024 adalah putra bangsa terbaik. Mereka adalah milik seluruh rakyat.

Namun bagi calon legislatif dan capres-cawapres yang terpilih jangan menjadi sombong. Mereka yang kalah harus pula siap menerima kekalahan.

Demi Indonesia, mari bersama, bersatu. Mari kita jaga persatuan, persaudaraan, menaburkan perdamaian, memperkokoh persatuan, kesatuan bangsa Indonesia.

Nahdlatul Ulama (NU) Nusa Tenggara Timur mengharapkan agar berbagai perbedaan pilihan dalam Pemilu jangan sampai menghancurkan nilai-nilai kebersamaan yang sudah terjalin dengan baik selama ini. 

Berbagai perbedaan politik dan pilihan dalam Pemilu diharapkan tidak merusak nilai kebersamaan yang sudah terjalin dengan baik selama ini.

Itulah sebabnya demi masa depan bangsa ini mari kita beramai-ramai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). asyarakat jangan hanya menjadi penonton, tetapi gunakan hak suara secara baik untuk memilih pemimpin sesuai hati nurani, agar tidak terdaftar sebagai kelompok golongan putih.

Pergilah ke TPS masing-masing untuk mencoblos guna memilih pemimpin yang baik yang bisa memimpin negeri ini ke arah yang lebih baik untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia.

Gunakan hati untuk menentukan siapa pemimpin Indonesia yang pantas untuk memimpin negeri ini. Dengan demikian, akan lahir sebuah pesta demokrasi yang aman dan damai, meski ada perbedaan ideologi dalam menentukan pilihan politik.

Tentu semua pihak harus menghormati perbedaan pilihan agar tetap menjaga suasana sejuk dan kondusif menghadapi Pemilu 2019. emberi dukungan, itu hal biasa dalam politik. Akan tetapi jangan sampai hubungan kekerabatan menjadi renggang karena berbeda pilihan. 

Jangan sampai beda pilihan dijadikan alasan untuk memutus hubungan silaturahmi dengan saudara.

Kita menginginkan pemilu yang sejuk, damai, menjunjung tinggi martabat serta menghargai perbedaan pilihan. Menghargai juga keluhuran dari nilai-nilai yang kita miliki dalam keberagaman Bhineka Tunggal Ika. Jadi kita ingin semuanya sejuk dan damai.

Semua pihak harus berkomitmen untuk menjunjung tinggi demokrasi. Dengan demikian Pemilu bisa melahirkan seorang wakil rakyat, presiden dan wakil presiden sesuai dengan harapan rakyat, pemimpin yang benar-benar mendapat  mandat penuh dari seluruh rakyat.